Kompas.com - 06/04/2015, 12:54 WIB
Orang Rimba ddi wilayah Bukit Subang, perbatasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi bersama rumah sederhananya yang disebut Rumah Godong. Yunanto Wiji UtomoOrang Rimba ddi wilayah Bukit Subang, perbatasan Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi bersama rumah sederhananya yang disebut Rumah Godong.
EditorYunanto Wiji Utomo

Daerah penyangga Taman Nasional Bukit Duabelas di Jambi, tempat ribuan Orang Rimba hidup, banyak diubah jadi kebun sawit. Luas kebun sawit di Jambi sudah lebih dari 500.000 hektar.

Rakhmat Hidayat, Anggota REDD+ Project-United Nations Development Program (UNDP), mengungkapkan bahwa musibah meninggalnya 12 Orang Rimba dalam tiga bulan terakhir tak lepas dari hutan yang semakin susut.

Orang Rimba punya tradisi melangun, berpindah-pindah di wilayah hutan sebagai wujud rasa duka karena adanya anggota keluarga yang meninggal dunia. Selama melangun, Orang Rimba meninggalkan harta bendanya. Air dan makanan didapatkan dicari hutan.

Bagi Orang Rimba pimpinan Tumenggung Ngrib yang hidup di Bukit Subang, persis di perbatasan Taman Nasional Bukit Duabelas, melangun masih berarti mengelilingi hutan.

Namun, bagi Kelompok Terap pimpinan Tumenggung Marituha yang hidup di daerah penyangga taman nasional, melangun berarti melintasi kebun sawit. "Daerah mereka sudah banyak berubah jadi lahan sawit," kata Rakhmat.

Melintasi lahan sawit berarti Orang Rimba harus menghadapi sumber air dan bahan pangan yang sedikit.

"Dengan lingkungan yang berubah dan imunitas Orang Rimba yang rendah karena banyak yang belum diimunisasi, mereka menjadi rentan," kata Yomi Rivandi, fasilitator kesehatan KKI WARSI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelaparan dan terjangkit penyakit saat melangun, itulah teori sebab musabab kematian 12 Orang Rimba dalam 3 bulan terakhir.

Agar tetap bisa memberikan manfaat bagi Orang Rimba dan mencegah musibah terjadi lagi, hutan di Jambi harus tetap dijaga. Untuk mengupayakannya, Badan Pengelola REDD+ yang kini telah dibubarkan dan pemerintah provinsi Jambi sebenarnya telah merencanakan kerjasama pengelolaan kehutanan.

Tujuannya, selain mengurangi emosi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan adalah untuk mengaudit izin konsesi dan memperkuat masyarakat adat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.