Kompas.com - 04/04/2015, 10:52 WIB
Gerhana bulan terlihat dari Erie, Pennsylvania, 8 Oktober 2014. Warna merah pada gerhana bulan dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer Bumi, disebut dengan 'bulan merah darah'. AP PHOTO / Erie Times-News, Christopher MilletteGerhana bulan terlihat dari Erie, Pennsylvania, 8 Oktober 2014. Warna merah pada gerhana bulan dipengaruhi oleh pembiasan atmosfer Bumi, disebut dengan 'bulan merah darah'.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Fenomena gerhana bulan akan menyapa Indonesia pada Sabtu (4/4/2015), bertepatan dengan malam Paskah. Bulan merah darah itu bisa disaksikan dari seluruh Indonesia.

Agar bagian paling menarik fenomena tersebut bisa diamati, beberapa trik diperlukan. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah lokasi pengamatan, waktu pengamatan, serta arah pandang dan peralatan.

Bagian paling menarik dari gerhana bulan adalah totalitasnya. Saat itulah, bulan akan berada pada area bayangan bumi dan berubah merah darah. Totalitas gerhana nanti bakalan terjadi antara pukul 18.58-19.02 WIB, 19.58-20.02 Wita, atau 20.58-21.02 WIT.

Berdasarkan waktu tersebut, bulan masih berada di dekat tempat terbitnya saat gerhana terjadi. Jadi, untuk mengamati totalitas gerhana, pengamat harus mengarahkan mata ke timur.

Lokasi pengamatan sebaiknya wilayah yang jauh dari polusi cahaya dan lapang, tak ada obyek yang menghalangi pandangan, terutama di arah timur. Lokasi tersebut bisa alun-alun ataupun di lantai teratas sebuah gedung.

Bila Anda ingin mengabadikan fenomena gerhana, ada baiknya memilih lokasi yang dekat dengan landmark agar foto lebih menarik. Warga Jakarta, misalnya, bisa mengabadikan gerhana di dekat Monumen Nasional ataupun Kota Tua.

Waktu pengamatan bisa menyesuaikan dengan minat, ingin mengamati seluruh tahap gerhana atau hanya ingin totalitasnya. Hanya saja, perlu diingat bahwa hanya warga Indonesia timur yang bisa melihat seluruh tahapan gerhana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fase gerhana bulan diawali ketika bulan memasuki bayang-bayang tambahan bumi atau penumbra. Fase ini akan dimulai pada pukul 16.02 WIB, 17.02 Wita, atau 18.02 WIT. Dengan demikian, hanya warga Indonesia timur yang bisa melihatnya.

Bulan akan memasuki area bayang-bayang inti bumi atau umbra pada pukul 17.16 WIB, 18.16 Wita, atau 19.16 WIT. Pada waktu tersebut, akan terjadi gerhana bulan sebagian. Fase ini bisa dilihat oleh warga Indonesia tengah dan timur.

Fase totalitas gerhana bisa dilihat oleh seluruh warga Indonesia. Demikian juga fase umbra dan penumbra akhir. Fenomena gerhana nanti malam bisa disaksikan hingga pukul 20.45 WIB.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.