Yesus dan Rasul Diduga Makan Lesehan Saat Perjamuan Terakhir

Kompas.com - 03/04/2015, 22:02 WIB
Perjamuan terakhir seperti dilukiskan oleh Leonardo Da Vinci. Penelitian terbaru mengungkap bahwa ilustrasi perjamuan terakhir dalam lukisan Da Vinci tersebut kurang tepat. Wikimedia CommonsPerjamuan terakhir seperti dilukiskan oleh Leonardo Da Vinci. Penelitian terbaru mengungkap bahwa ilustrasi perjamuan terakhir dalam lukisan Da Vinci tersebut kurang tepat.
EditorYunanto Wiji Utomo


KOMPAS.com — Alkitab mendeskripsikan yang terjadi dalam perjamuan terakhir Yesus dengan para rasul, tetapi tidak menguraikan detail tentang menu makanan dan tata cara pertemuan tersebut.

Meneliti naskah serta karya seni yang mendeskripsikan masa awal Kristiani, arkeolog Generoso Urciuoli dari Petrie Center di Italia dan pakar sejarah Mesir Marta Berogno dari Museum Turin mencoba menguraikan detail perjamuan terakhir.

Lukisan Leonardo Da Vinci menunjukkan bahwa perjamuan terakhir dilakukan di tengah ruangan menggunakan meja makan berbentuk persegi panjang. Yesus dan para rasul duduk di kursi memakan roti dan anggur dengan piring-piring keramik.

Hasil kajian Urciuoli dan Berogno didasarkan pada data sejarah dan karya seni abad ke-3 Masehi, mengungkap bahwa gambaran perjamuan terakhir seperti yang dilukiskan Da Vinci mungkin kurang tepat.

"Waktu itu di Palestina, makanan ditaruh di atas meja rendah dan tamu duduk di lantai, di atas bantalan atau karpet," kata Urciuoli kepada Discovery, Kamis (2/4/2015). Jadi, perjamuan terakhir dilakukan dengan cara lesehan.

Piring, mangkuk, dan guci terbuat dari batu, bukan keramik. Itu didasarkan pada temuan arkeologi yang mengungkap banyaknya alat berbahan batu di Galiela dan Jerusalem dari abad pertama Masehi.

Dalam perjamuan itu, Yesus duduk di tengah, sedangkan Yudas kemungkinan duduk di sebelah kiri Yesus. Itu didasarkan pada ayat Alkitab yang mengatakan bahwa Yudas meletakkan roti pada piring Yesus.

Sementara itu, dengan mempelajari makanan dalam pernikahan di Kanaan tempat Yesus melakukan mukjizat pertamanya serta waktu perjamuan terakhir yang diduga bertepatan dengan hari raya "Roti Tak Beragi" dan Passover, ilmuwan berhasil menguak menu makanan Yesus.

Selain roti dan anggur, Yesus diperkirakan juga memakan cholent (makanan yang terbuat dari biji-bijian yang dimasak lambat), zaitun dengan hisop (herbal dengan rasa mint), serta charoset (buah dengan pasta kacang), serta herbal pahit.

"Herbal pahit biasa dimakan saat Passover, cholent dimakan ketika perayaan, dan hisop adalah konsumsi harian," kata Urciuolus. Makanan lain yang dikonsumsi saat perjamuan terakhir diperkirakan adalah daging domba dan tzir, semacam saus ikan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X