Kompas.com - 24/03/2015, 13:04 WIB
Mekar, seekor harimau sumatra yang dilepasliarkan di Pusat Rehabilitasi Harimau Tambling Wildlife Nature Conservation. Dwi Oblo/National Geographic IndonesiaMekar, seekor harimau sumatra yang dilepasliarkan di Pusat Rehabilitasi Harimau Tambling Wildlife Nature Conservation.
EditorTri Wahono

 


Siang itu, usai Panti melesat liar ke hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Tomy Winata turun menghampiri kandang pelepasan Petir. Dia membuka tutup pintu kandang harimau sumatra berusia tiga tahun itu.

Kandang Petir dan Panti berjajar di tengah tanah lapang berumput rata. Ini sebenarnya momen yang cukup menegangkan: sementara itu, Tomy membuka pintu, tak ada yang tahu, apakah Panti, induk Petir, telah benar-benar menjauh dari lokasi itu. Bisa saja Panti masih mengintai dari balik keremangan hutan.

Namun penggagas Tambling Wildlife Nature Conservation itu dengan langkah gontai berjalan ke tengah lapangan. Dia membuka satu-satu pintu sangkar, diiringi Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Timbul Batubara.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengamati momen itu dari atas jip. Di sisi kiri jauh, di atas jip pula, petugas bersenapan dengan obat bius telah siaga sejak tadi. Tetap waspada.

Pintu kandang terbuka: nampaklah seringai Petir dengan tatapan mata tajam dari balik pintu jeruji. Petir adalah harimau muda yang lahir di Pusat Rehabilitasi Satwa TWNC. Ia lahir bersama dua saudaranya: Topan dan Bintang.

Pelepasliaran dua harimau sumatra itu bagi Tomy adalah bentuk konsistensi TWNC terhadap konservasi alam. "Kami konsisten," tuturnya, "dan, ternyata apa yang kami kerjakan di bawah bimbingan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berjalan terus-menerus."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tambling Wildlife Nature Conservation telah menghelat pelepasliaran harimau sejak 27 Juni 2008. Saat itu dua harimau: Agam dan Pangeran kembali ke alam bebas. Kemudian pada 22 Januari 2010, Tambling Wildlife kembali melepas dua harimau, Panti dan Buyung. Terakhir, pada 3 Maret 2015 lalu, Panti dan Petir menyusul kerabatnya yang hidup liar di alam bebas.

Kini, di Pusat Rehabilitasi Satwa TWNC hidup tujuh harimau sumatera yang sedang menjalani pemulihan untuk kembali ke alam. Tomy berharap semakin banyak masyarakat dan pengusaha bekerja sama dengan TWNC untuk mendukung program pelepasliaran harimau.

"Atau melakukan sendiri, karena tugas konservasi bumi dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Tidak hanya menyelamatkan harimau, namun juga semua jenis satwa liar," ujar dia.

Bagi lelaki bersuara serak nan berat ini, harimau merupakan salah satu mata rantai penting dalam ekosistem, yang menjaga keseimbangan di bumi Sumatra. "Kalau harimau punah, babi merajalela dan menjadi hama. Kebun hancur," kata Tomy.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Begini Perjalanan Masuknya Virus Corona ke dalam Tubuh Sampai Merusak Organ

Oh Begitu
Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Mengapa Varian Delta Plus Lebih Mengkhawatirkan? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Terdeteksi Siklon Tropis Malou dan Bibit Siklon 99W, Ini Dampaknya di Indonesia

Oh Begitu
4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

4 Penyakit yang Berpotensi Meningkat Saat Musim Hujan

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

[POPULER SAINS] Alasan Aktivitas Gempa Swarm Salatiga Harus Diwaspadai | Sinyal Misterius di Luar Angkasa

Oh Begitu
Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Vaksin Kombinasi Efektif Mencegah Covid-19, Studi Jelaskan

Oh Begitu
Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Dikira Pemakan Daging, Dinosaurus Ini Ternyata Herbivora Pemalu

Oh Begitu
Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Kenapa Matahari Berwarna Kuning dan Langit Berwarna Biru Saat Siang Hari?

Oh Begitu
Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Sinyal Misterius Diduga dari Alien, Ternyata Sinyal Radio Buatan

Fenomena
Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Tak Ada Kulkas, Begini Cara Manusia Purba Menyimpan Makanan

Oh Begitu
70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

70 Persen Penyintas Covid-19 Alami Gejala Long Covid

Oh Begitu
Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Sisa Fosil Triceratops Terbesar Si Big John Dibeli Kolektor

Fenomena
Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Epidemiolog: Delta Plus di Inggris Bisa Gantikan Dominasi Varian Delta

Oh Begitu
Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ahli Sebut Terobosan Baru Akan Membantu Kita Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Oh Begitu
Zat Berbahaya di Dalam Rokok Penyebab Kanker Paru-Paru

Zat Berbahaya di Dalam Rokok Penyebab Kanker Paru-Paru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.