Ulin Terbesar di Dunia Ada di Sangkima

Kompas.com - 20/03/2015, 21:31 WIB
Pohon ulin setinggi 20 meter dan berdiameter 2,47 meter ini merupakan ulin terbesar di Indonesia, juga dunia. Pohon yang diperkirakan berumur 1.000 tahun ini menjadi ikon Wisata Alam Sangkima, bagian terluar dari Taman Nasional Kutai, hutan hujan tropis dataran rendah di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Lukas Adi Prasetya/KOMPASPohon ulin setinggi 20 meter dan berdiameter 2,47 meter ini merupakan ulin terbesar di Indonesia, juga dunia. Pohon yang diperkirakan berumur 1.000 tahun ini menjadi ikon Wisata Alam Sangkima, bagian terluar dari Taman Nasional Kutai, hutan hujan tropis dataran rendah di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
EditorYunanto Wiji Utomo

Oleh Emanuel Edi Saputra dan Lukas Adi Prasetya

KOMPAS.com - Suara kendaraan yang melintasi ruas jalan Sangatta-Bontang, Kalimantan Timur, menghilang perlahan seiring langkah kaki meniti papan-papan kayu. Memasuki relung sisi terluar Taman Nasional Kutai nan eksotis, pengunjung bersiap-siap memeluk pohon ulin terbesar di dunia.

Wisata Alam Sangkima, nama tempat itu, sejatinya hutan hujan tropis dataran rendah. Lokasinya di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, yang dapat ditempuh sekitar satu jam dari Kota Bontang. Ini tempat terasyik jika ingin "tenggelam" di hutan khas Kalimantan.

Satu papan berukuran besar menginformasikan garis besar area seluas 300 hektar ini. Pengunjung harus berjalan sejauh 800 meter menuju pohon ulin raksasa itu. Karena itu, pengunjung harus menyiapkan bekal air minum dan stamina cukup untuk melahap jalur treking. Satu lagi, hati-hati melangkah.

Papan-papan ulin berwarna hitam gelap yang disusun berjejer membentuk jalur yang aman dilewati. Pilihlah alas kaki yang sesuai mengingat papan-papan itu cukup licin karena diselimuti lumut. Perjalanan menyenangkan karena dinaungi rerimbunan pohon.

Serangga-serangga yang entah bersembunyi di mana menyajikan orkestra alam nan merdu. Ditambah gemerisik dedaunan, embusan angin, dan hawa segar, memaksa pengunjung sekali-sekali berhenti, sekadar merentangkan tangan, menghirup oksigen selega mungkin.

Setelah berjalan 250-an meter, terbentang jembatan gantung di atas sungai kecil. Saat melintas, pengunjung harus memastikan tangan memegang erat tali di kanan-kiri agar sukses meniti jembatan sepanjang 15 meter itu. Jembatan gantung ini juga menjadi tempat favorit untuk berfoto-foto.

Selesai melewati jembatan kayu ini, perjalanan bisa dilanjutkan. Pengunjung dapat menikmati hamparan hijau di sepanjang sungai kecil yang membelah hutan, hingga akhirnya tiba di ikon tempat wisata ini yang membuat orang terkesima, yakni satu pohon ulin yang menjulang 20 meter.

Inilah ulin (Eusideroxylon zwageri) terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Inilah kayu nomor satu yang paling diburu penjarah Taman Nasional Kutai. Kuat, tahan air, dan bentuknya yang lurus adalah syarat sempurna kayu, yang dapat dipenuhi ulin.

Beruntunglah pohon ini selamat dari penjarah ketika ditemukan pertama kali tahun 1993 oleh Sarjo, tenaga pengamanan hutan Taman Nasional Kutai yang sedang mendampingi peneliti asing. Inilah awal dibukanya Wisata Alam Sangkima, seluas 300-an hektar atau 0,1 persen dari luas Taman Nasional Kutai.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X