"Akik Palsu" Bertuliskan "Untuk Allah" Beri Petunjuk Interaksi Islam dan Viking

Kompas.com - 20/03/2015, 16:27 WIB
Cincin dari abad ke 9 memiliki tulisan berarti Swedish History Museum/Christer AhlinCincin dari abad ke 9 memiliki tulisan berarti "Untuk Allah" memberi petunjuk interaksi antara bangsa Viking dengan Khalifah Abbasiyah.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Sebuah cincin ditemukan di kuburan Swedia pada yang berasal dari masa abad ke 9. Dihiasi material mirip batu akik dengan tulisan "Il-la-lah", ilmuwan beranggapan cincin itu adalah bukti interaksi Skandinavia dengan dunia Muslim pada masa lalu.

Cincin yang kini meniadi koleksi Museum Sejarah Swedia itu sebenarnya telah ditemukan pada abad 19 lalu. Namun, analisis untuk menguak komposisinya baru saja dilakukan oleh Sebastian Warmlander dari Stockholm University.

Semula, ilmuwan menganggap material serupa akik yang menjadi hiasan cincin adalah batu kecubung, batu mulia berwarna ungu. Namun analisis SEM (Scanning Electron Microscope) dan Energy Disprese X-ray Spectroscopy (EDS) mengungkap bahwa anggapan itu salah.

Hiasan yang diduga merupakan batu kecubung ternyata kaca berwarna. Pada masa kini, kaca berwarna banyak dipakai untuk beragam tujuan, mulai dekorasi ruangan hingga hiasan pada cincin batu akik palsu.

Kaca berwarna mungkin kini dianggap sebagai material murah, sering dipakai untuk barang palsu. Namun, mulai digunakan sejak masa 5.000 SM, kaca berwarna masih merupakan bahan berharga pada abad 9.

Sementara, seperti dipublikasikan di jurnal Scanning edisi Maret 2015, material cincin terbuat dari campuran logam perak dan tembaga. Perak menyususn 94,5 persen dari cincin dan tembaga 4,5 persen.

Cincin itu ditemukan bersama kerangka seorang perempuan yang meninggal pada abad ke 9. Adalah Hjalmar Stolpe, arkeolog terkenal asal Swedia, menemukannya pada saat melakukan penggalian selama lebih dari setahun di Birka, Pulau Bjorko, 30 km dari Stockholm.

Karena menjadi satu-satunya cincin dari hasil penggalian di wilayah Skandinavia yang dihiasi tulisan Arab, maka ilmuwan beranggapan bahwa cincin tersebut memberi petunjuk hubungan antara bangsa Viking dari Skandinavia dengan dunia Muslim.

"Bukan tidak mungkin bahwa perempuan itu, atau orang yang dekat dengannya, mungkin berkunjung atau bahkan berasal dari kekhalifanan maupun wilayah sekitarnya," demikian Warmlander dan rekan menulis dalam makalahnya.

Dunia Muslim yang diduga berhubungan dengan Viking pada abad 9 diduga adalah Khalifah Abbasiyah yang menguasai Timur Tengah dan Afrika. Bangsa Viking dahulu terkenal dengan kemampuan berlayarnya, hingga Amerika dan Baghdad.

Bagaimana cincin tersebut berakhir di tangan perempuan yang dikubur di Birka? Itu masih misterius. Tetapi analisis menunjukkan bahwa cincin itu jarang dipakai, menunjukkan hanya sempat dimiliki beberapa orang.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

Oh Begitu
Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.