Kompas.com - 14/03/2015, 16:04 WIB
Fogging di Balai Kota, Senin (9/3/2015) sore paska Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terjangkit penyakit demam berdarah. Kompas.com/Kurnia Sari AzizaFogging di Balai Kota, Senin (9/3/2015) sore paska Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terjangkit penyakit demam berdarah.
|
EditorLusia Kus Anna

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit endemis di Indonesia dan kasus demam berdarah dapat kita temukan sepanjang tahun. Oleh karena itu sebaiknya masyarakat dan dokter juga sudah paham dan dapat mengenali kasus demam berdarah dengan waktu cepat. Oleh karena kita berharap kasus-kasus demam berdarah tidak boleh datang terlambat ke rumah sakit, semakin terlambat semakin susah untuk ditangani.

Saat ini gejala klinis demam berdarah cukup bervariasi. Demam yang timbul bisa secara terus menerus, bisa naik turun dan bisa hanya 1-2 hari saja. Oleh karena adanya demam yang mendadak harus diwaspadai untuk kemungkinan penyakit demam berdarah sebagai penyebabnya.

Selain demam  tinggi yang mendadak pasien kadang kala juga merasakan gangguan pada pencernaan berupa nyeri di ulu hati, mual bahkan muntah, nyeri perut serta susah buang air besar, diare pun bisa ditemukan pada 5-6 persen kasus DBD.

Selain gangguan pada pencernaan pasien dengan DBD juga bisa disertai keluhan  kepala pusing seperti melayang, pegal dan rasa nyeri di otot. Pada penyakit DBD yang berat setelah 2-5 hari demam dapat  terjadi manifestasi perdarahan baik berupa bintik merah pada kulit terutama di tangan, kaki dan dada, mimisan, gusi berdarah bahkan sampai muntah darah.

Bahkan jika terlambat bisa saja pasien datang sudah dalam keadaan syok ditandai dengan tekanan darah yang turun, ujung-ujung kaki dan tangan menjadi dingin, nadinya menjadi cepat. Kondisi pasien biasanya lemah dan tidak bertenaga.

Pada pemeriksaan laboratorium, pasien DBD, dapat terjadi peningkatkan hemoglobin dan hematokrit atau dikenal dengan istilah hemokonsentrasi, selain dapat juga terjadi penurunan trombosit. Penurunan trombosit  biasanya akan terus terjadi sampai panas hari ke-7.  Trombosit akan naik dengan sendirinya setelah hari ke-7.  

Pada saat Gubernur Ahok menyampaikan bahwa sakit dirawat 3 hari bisa saja saat ini panas sudah memasuki hari ke-5 dan saat ini trmbosit sudah turun dan akan meningkat saat hari ke-7. Lama atau tidaknya dirawat tidak berhubungan dengan kuat atau tidaknya gigitan nyamuk. Biasanya memang jika terjadi trend trombosit yang meningkat pasien sudah diperbolehkan pulang tetapi tetap harus menjaga kesehatan selama masa pemulihan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mudah-mudahan informasi ini mengingatkan kita semua bahwa penyakit demam berdarah bisa dicegah slogan 3 M harus dilakukan oleh semua warga, temukan jentik nyamuk akan menurunkan jumlah nyamuk Aedes Aegypti dan pada akhirnya kita dapat memberantas penyakit ini dengan sebaik-baiknya.

Salam SehatDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Enteritis
Enteritis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.