Kompas.com - 09/03/2015, 19:15 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Nun jauh di sana, sebuah bintang tengah ditendang keluar dari galaksi kita. Tendangan membuat bintang bernama US 708 tersebut bergerak mencapai kecepatan 4,2 juta km/jam, membuatnya dinobatkan sebagai bintang terpecat di galaksi Bimasakti.

"Dengan kecepatan itu Anda bisa menempuh jarak Bumi ke Bulan hanya dalam 5 menit," kata Eugene Magnier, astrofisikawan dari University of Hawaii, seperti dikutip Reuters pada Kamis (5/3/2015).

Adalah ulah sebuah bintang katai putih yang membuat US 708 seolah ditendang. Semula, US 708 dan katai putih berteman dan berjarak begitu dekat. Hingga akhirnya si katai putih menghisap helium.

Helium memicu reaksi dalam bintang katai putih. Terus mengonsumsinya, si katai putih akhirnya mengalami ledakan, menjadi supernova tipe 1-a. Ledakan itulah yang kemudian menendang US 708 keluar dari Bimasakti.

Saat ini, US 708 sedang dalam perjalanan keluar dari Bimasakti. Astrofisikawan memerkirakan, bintang yang dikategorikan sebagai sub-katai panas itu akan benar-benar meninggalkan Bimasakti 25 juta tahun dari saat ini.

Fenomena ditendangnya US 708 keluar Tata Surya ini, seperti dilaporkan dalam makalah di jurnal Science, Kamis, langka. Stephan Geier dari European Southern Observatory (ESO) mengatakan, US 708 baru satu-satunya bintang ditendang oleh ledakan supernova.

Diuraikan Discovery, umumnya bintang ditendang keluar dari Tata Surya dengan kecepatan tinggi (disebut hypervelocity star) oleh lubang hitam supermasif. "US 708 tidak datang dari pusat galaksi sementara kita tidak tahu ada lubang hitam di tempat lain,' kata Gaier.

Peristiwa yang menimpa US 708 bakal menjadi petunjuk bagi para astronom untuk memahami proses terjadinya supernova tipe 1-a. Selama ini, terjadinya supernova masih merupakan misteri.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.