Ternyata, Merokok Tak Hilangkan Stres

Kompas.com - 28/02/2015, 16:10 WIB
shutterstock
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Salah satu alasan banyak orang tak bisa menghentikan kebiasaan merokok adalah rokok diyakini bisa mengurangi stres dan kecemasan. Namun, studi ilmiah justru membuktikan sebaliknya. Orang-orang yang merokok biasanya memiliki masalah mental.

Jika dibandingkan dengan bukan perokok, ternyata perokok 70 persen lebih mungkin menderita kecemasan dan depresi. Sumber kecemasan tersebut adalah rokok itu sendiri.

"Apa yang dialami ketika kita menyalakan rokok adalah tanda awal dari gejala ketagihan. Dan, gejala-gejala itu sangat mirip dengan stres. Merokok akan menghilangkan gejala itu dan jika kita merasa lebih baik, sebenarnya itu adalah gejala awal ketagihan nikotin," kata Mike Knapton dari British Heart Foundation.

Dengan kata lain, jika kita mengira merokok bisa mengendalikan stres, sebenarnya adalah rokok justru memperburuk.

Penelitian tersebut dilakukan tim dari University College London dan British Heart Foundation dengan melibatkan 6.500 orang berusia di atas 40 tahun. Diketahui bahwa lebih dari 18 persen perokok dalam studi tersebut melaporkan memiliki kecemasan dan depresi, dibandingkan dengan 10 persen pada nonperokok dan 11,3 persen pada mantan perokok.

"Rasa high yang kita dapatkan dari rokok tidak berguna karena justru merusak tubuh. Banyak cara lain untuk mengatasi stres, misalnya bicara dengan teman, berolahraga, atau memasak. Lakukan hobi yang disukai sehingga mood lebih baik," kata Michael Roizen, pakar wellness dari Cleveland Clinic's.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X