Kompas.com - 05/02/2015, 10:03 WIB

Memahami tentang kesehatan mental seringkali disebut tidak semudah memahami masalah kesehatan fisik, karena ciri yang tidak kasat mata, seperti bekas luka atau tekanan darah tinggi yang bisa menjadi penanda suatu penyakit pada pemeriksaan kesehatan fisik.  Depresi, misalnya, terkadang tidak disadari kemunculannya, bahkan oleh orang yang mengalami, karena orang tidak mengenali ciri-ciri depresi yang dialaminya.

Depresi dapat diartikan sebagai sebuah kondisi gangguan psikologis dengan ciri adanya perasaan sedih atau kekosongan mendalam. Orang yang depresi biasanya merasa bahwa mereka seolah masuk ke dalam lubang yang dalam, gelap, dan sulit untuk keluar dari sana.

Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-V (DSM-V), diagnosis depresi dapat diberikan (hanya melalui pemeriksaan oleh profesional, seperti psikolog/ psikiater!) jika terjadi kemunculan atas setidaknya 5 gejala dari set gejala berikut selama dua minggu berturut-turut:

- Merasa tertekan (sedih, kosong)
- Kehilangan minat beraktivitas
- Nafsu makan/ berat badan terganggu
- Masalah tidur
- Gangguan psikomotorik
- Merasa lelah atau tidak berenergi
- Merasa tidak berharga/ bersalah
- Sulit berpikir/ konsentrasi/ mengambil keputusan
- Berpikir tentang kematian atau mencoba bunuh diri.  

Kemunculan gejala-gejala tersebut biasanya mengganggu fungsi harian dan menurunkan produktivitas orang yang mengalaminya. Keparahan tingkat depresi dapat ditentukan oleh jumlah gejala yang muncul dan intensitasnya.

Penelitian mengenai depresi menunjukkan bahwa setiap orang dapat mengalami depresi pada setidaknya satu masa dalam hidupnya. Pada dasarnya, depresi dapat muncul sebagai manifestasi dari perasaan tertekan mendalam yang dialami seseorang, karena masalah-masalah sehari-hari, perasaan kesepian, dan alasan-alasan lain yang sangat manusiawi. Jadi, mengalami depresi adalah hal yang wajar, bukan sesuatu yang aneh, apalagi memalukan.

Bisa dikendalikan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kabar baiknya, jika dapat dikenali dan ditangani dengan semestinya, depresi dapat dikendalikan sehingga tidak akan mematikan fungsi keseharian orang yang mengalaminya. Mudahnya, coba bayangkan seseorang yang mengalami flu. Ia sadar bahwa ia flu karena ia beringus dan tenggorokannya sakit. Ia pun mencoba menangani flunya sendiri, misalnya dengan lebih banyak minum air putih dari biasanya, banyak makan buah dan sayur untuk menambah asupan vitamin, dan berangkat tidur lebih cepat di malam hari.

Pendekatan yang sama sebetulnya dapat diterapkan pada masalah kesehatan mental seperti depresi. Langkah pertamanya perlu dimulai dari belajar mengenali gejala depresi diri sendiri, sehingga tahu kapan perlu bertindak untuk melakukan langkah-langkah penanganan yang diperlukan!

Walau secara umum depresi ditunjukkan oleh sekelompok gejala tertentu, namun gejala depresi yang menonjol dapat muncul berbeda pada tiap orang. Ada yang misalnya lebih dikuasai oleh gejala perasaan dan pikiran, seperti sedih berkepanjangan dan berpikir negatif tentang diri sendiri terus-menerus, atau gejala fisik dan perilaku, seperti sulit tidur dan tidak bisa beraktivitas karena merasa lelah sepanjang waktu.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia Hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.