Mengapa Manusia Gemar Nonton Film? Gambar Kuno Tertua dari Trinil Beri Petunjuk

Kompas.com - 08/12/2014, 11:05 WIB
Gambar kuno tertua di dunia pada cangkang kerang dari situs Trinil. Gambar berbentuk zig-zag tersebut ditaksir berusia 500.000 tahun. WIM LUSTENHOUWER, VU UNIVERSITY AMSTERDAMGambar kuno tertua di dunia pada cangkang kerang dari situs Trinil. Gambar berbentuk zig-zag tersebut ditaksir berusia 500.000 tahun.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Mengapa manusia lebih suka menikmati informasi dan hiburan yang bersifat audio visual seperti film daripada teks? Bukankah teks lebih memberikan detail daripada tayangan audio visual?

Kenyataan itu mungkin mengherankan. Namun, bagi pakar seni cadas dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Pindi Setiawan, kenyataan tersebut wajar. Manusia memang berevolusi untuk menonton film. "Manusia belum utuh bila sekadar bernaskah (literate)," katanya.

Petunjuk bahwa manusia berevolusi untuk menonton film atau bentuk hiburan audio visual lain bisa didapatkan pada gambar kuno pada cangkang kerang air tawar dari Trinil, Ngawi, Jawa Timur.

Gambar kuno itu terungkap lewat penelitian Josephine CA Jordens dari Fakultas Arkeologi Universitas Leiden, Belanda. Riset mengungkap gambar itu dibuat bukan oleh manusia modern (Homo sapiens), melainkan Manusia Jawa Kuno (Homo erectus).

Dalam publikasi penelitian di jurnal Nature, Jordens menyatakan bahwa gambar kuno berupa garis zig zag itu berusia 500.000 tahun. Dengan usia itu, gambar kuno tersebut dinyatakan sebagai yang tertua di dunia.

Baca: Terkuak, Gambar Kuno Tertua di Dunia Berasal dari Tanah Jawa

Pindi mengungkapkan, kenyataan bahwa Manusia Jawa Kuno sudah bisa menggambar melemahkan teori ledakan kreativitas. Teori itu menyatakan bahwa kreativitas baru berkembang setelah manusia modern ada. Manusia tiba-tiba meletup kreativitasnya 40.000 tahun terakhir.

"Letupan tersebut merujuk pada gambar dan patung prasejarah buatan manusia yang 'kebetulan' banyak ditemukan sekitar 40.000 tahun lalu," kata Pindi, Minggu (7/12/2014).

Fakta yang terungkap dalam hasil riset Jordens mengungkap bahwa kreativitas manusia berkembang secara bertahap, seperti yang dinyatakan ilmuwan pada kubu lain dalam teori kreativitas gradual.

"Teori ini merunut evolusi kreatif 'hominid' (ancient human) lebih dari 500.000 tahun lalu," tutur Pindi. Menurut teori itu, kreativitas manusia sudah mengakar jauh sebelum manusia modern itu sendiri ada.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X