Jamur Madu Pembunuh Tanaman, Makhluk Terbesar dan Tertua di Muka Bumi

Kompas.com - 27/11/2014, 18:59 WIB
Armillaria solidipes Armand RobichaudArmillaria solidipes
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Makhluk apa yang pantas disebut terbesar di muka Bumi? Beberapa mungkin menjawab paus biru, mamalia laut yang bisa mencapai ukuran 30 meter dan berat 180 ton.

Jika ada yang menjawab paus biru, jawaban itu salah. Makhluk terbesar di muka Bumi ternyata adalah jamur madu.

Jamur madu memiliki warna seperti cairan madu. Makhluk itu mencakup semua jenis jamur dari genus Armillaria.

Jamur madu terbesar terdapat di Blue Mountains, Oregon. Ukurannya mencapai 965 hektar, mencakup wilayah seluas 1.665 kali lapangan bola.

Golongan jamur itu memiliki bagian serupa akar (rhizomorphs) serta benang-benang (mycelium) yang berguna untuk mencari makanan.

Dengan senjata andalannya itu, jamur madu "merambat", menyerang tumbuhan di wilayah yang luas. Serangan jamur ini bagi para pekebun adalah mimpi buruk.

Diuraikan situs IFLScience.com, Senin (24/11/2014), ilmuwan mulai menyadari ukuran besar jamur madu setelah dua spesimennya ditemukan pada tahun 1992.

Spesimen pertama merupakan spesies Armillaria gallica yang diduga sudah berumur 1.500 tahun, berukuran 15 hektar, terdapat di Crystal Falls, Michigan.

Sementara spesimen kedua adalah spesies A solidipes yang dijumpai di Washington, mencakup luas 600 hektar.

Ilmuwan menemukan jamur madu saat menginvestigasi kematian massal pohon yang ada di hutan nasional wilayah Oregon, Amerika Serikat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X