Kompas.com - 27/11/2014, 17:48 WIB
Wajah Valles Marineris seperti dipotret wahana Mars Express. DLRWajah Valles Marineris seperti dipotret wahana Mars Express.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Memperingati 58 tahun misi ke Mars, perusahaan pemberi dana proyek luar angkasa, Uwingu, akan mengirim 90.000 pesan ke planet merah. Pesan akan dikirimkan pada Sabtu (29/11/2014).

Pesan yang dikirim bisa sekadar nama, pesan-pesan khusus, ataupun foto. Materi pesan berasal dari hasil "Beam Me to Mars", program yang mengajak publik untuk berkontribusi pada penelitian luar angkasa dengan mengirim pesan ke Mars secara berbayar.

Pesan telah dikumpulkan mulai 19 Agustus - 5 November 2014. Biaya pengiriman pesan beragam, mulai dari 4,95 dollar AS untuk sekadar nama hingga 99 dollar AS untuk pesan pendek dan gambar.

Sejumlah figur publik ikut serta dalam program itu, di antaranya mantan komandan misi Stasiun Luar Angkasa Internasional, Chris Hadfiled, serta aktor Seth Green dan George Takei.

Uwingu dan rekan, Universal Space Network, akan mengirimkan pesan ke Mars pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pesan akan dikirim dengan kecepatan 1 juta bit per detik dan diperkirakan akan sampai di Mars dalam waktu 15 menit.

Selain ke Mars, materi pesan yang sama juga akan dikirimkan ke markas Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Washington serta ke kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

"Kami ingin membuat para pemimpin terkesan," kata Alan Stern, CEO Uwingu, seperti dikutip Space.com, Rabu (26/11/2014). Tujuan proyek Beam to Mars adalah membuat pemimpin dan publik menyadari pentingnya eksplorasi alam semesta.

Misi ke Mars dimulai dari peluncuran misi wahana Mariner 4 pada 28 November 2014. Wahana itu mencapai Mars tujuh bulan setelah peluncurannya dan menghasilkan potret Mars pertama dari jarak dekat. Jumat besok, tepat 58 tahun manusia mengeksplorasi Mars.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Oh Begitu
Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Oh Begitu
Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Oh Begitu
Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.