Ilmuwan Rela Jual Medali Nobel untuk Biayai Penelitian

Kompas.com - 27/11/2014, 17:05 WIB
James Watson Getty ImagesJames Watson
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Penemu struktur asam nukleat (DNA), James Watson, akan menjual medali Nobel Kedokteran yang diterimanya dalam sebuah acara lelang di Christie's, New York, Amerika Serikat, pada 4 Desember 2014 mendatang.

Diberitakan CNN, Rabu (26/11/2014), uang yang didapatkan dari pelelangan itu akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek penelitian di universitas dan lembaga riset tempat Watson pernah bekerja sebelumnya.

Medali Nobel Kedokteran atau Fisiologi Watson akan menjadi medali nobel pertama yang dijual oleh pemiliknya yang masih hidup. Panitia lelang menaksir, medali tersebut bakal laku dengan harga mencapai 3,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 42 miliar.

Watson menerima Nobel Kedokteran atas jasanya menemukan struktur dasar kehidupan, asam nukleat, yang berupa pita ganda. Tahun 1962, dia berbagi penghargaan itu dengan rekannya, Francis Crick dan Maurice Wilkins.

Penemuan Watson dan rekannya mengubah dunia biologi dan kedokteran. Semua penelitian lanjut, mulai komponen DNA, gen-gen yang menyusunnya, serta teknologi rekayasa genetika, berdasar dari temuan Watson.

Selain menjual medalinya, Watson juga bakal melelang catatan naskah pidato yang dibacakan saat dirinya menerima penghargaan itu di Stockholm. Diperkirakan, naskah itu bakal laku seharga 300.000-400.000 dollar AS atau Rp 360-480 juta.

Kepada institusi mana Watson akan memberikan uang hasil lelang? Watson mengatakan, "Saya akan memberikannya sebagai hadiah kepada Cold Spring Harbor Laboratory, University of Chicago, dan Clare Colleg Cambridge."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X