Kompas.com - 26/11/2014, 21:14 WIB
Yuji Toshimitsu dari Panasonic menerangkan cara kreatif memanfaatkan proyektor sebagai alat marketing Kompas.com/Lusia Kus AnnaYuji Toshimitsu dari Panasonic menerangkan cara kreatif memanfaatkan proyektor sebagai alat marketing
|
EditorWisnubrata


TOKYO, KOMPAS.com
 — Ketika gempa besar melanda Jepang, kota-kota yang terdampak gempa nyaris hancur dan banyak warga menjadi korban. Infrastruktur kota nyaris lumpuh karena padamnya aliran listrik dan air.

Meski begitu, para pemilik minimarket tetap membuka toko mereka menggunakan senter dan kalkulator sebagai sumber cahaya. Pengalaman ini menyadarkan para warga akan pentingnya toko kelontong atau minimarket sebagai penyangga kehidupan komunitas.

Bencana demi bencana yang kerap melanda Jepang memang tidak membuat bangsa ini lemah. Mereka malah memperlihatkan jati diri sebagai bangsa yang berkarakter kuat. Salah satu hal yang mereka antisipasi saat terjadinya bencana adalah menyediakan pasokan energi, terutama untuk minimarket yang menjual makanan dan minuman.

Panasonic, perusahaan elektronik dan alat rumah tangga asal Jepang, menawarkan solusi energi untuk membuat toko tetap buka meski terjadi bencana yang memutus aliran listrik. Salah satu toko eksperimen yang sudah dibuka ada di Prefektur Okegawa, Tokyo.

Shinya Moriyama, Manager Energy Management Solution Sales Promotion Group Panasonic, ketika menerima rombongan wartawan dari Asia Tenggara di minimarket tersebut, mengatakan, konsep dari minimarket ini adalah manajemen energi sehingga bukan hanya menekan konsumsi energi, melainkan juga memiliki cadangan energi yang bisa dipakai saat terjadi bencana.

Ia menjelaskan, di setiap minimarket atau supermarket, ada tiga komponen yang memakan energi paling besar, yakni kulkas, pendingin ruangan, dan pencahayaan. "Dengan solusi energi yang kami tawarkan, penggunaan energi bisa diturunkan sampai 30 persen,' katanya di Okegawa, Jepang, Selasa (25/11/14).

Menurut Shinya, keragaman produk yang dimiliki Panasonic memungkinkan mereka menawarkan solusi energi kepada mitra kerja, mulai dari desain peralatan, konstruksi, sampai operasi harian toko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara sederhana solusi hemat energi, dimaknai sebagai pengapdosian sistem yang hemat air dan listrik, penggunaan solar sel untuk sumber energi, pencahayaan memakai lampu LED, sampai kulkas yang tidak lagi menggunakan CFC sehingga lebih aman untuk ozon.

"Yang paling penting dalam manajemen energi adalah adanya visualisasi, karena itu semua sistem di toko ini bisa dilihat di layar komputer sehingga bisa dikontrol penggunaan energinya tiap jam," katanya.

Sementara itu, untuk cadangan energi, Panasonic menawarkan baterai lithium yang bisa menyimpan energi untuk dipakai beberapa jam saat terjadi bencana. "Energi yang disimpan berasal dari solar panel. Energy container seperti ini sudah mulai banyak dipakai di rumah-rumah dan juga tempat bisnis di Jepang," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.