Ilmuwan Denmark Bantah Penemuan Partikel Tuhan

Kompas.com - 11/11/2014, 18:50 WIB
Ilustrasi eksperimen pencarian Higgs boson WikipediaIlustrasi eksperimen pencarian Higgs boson
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Tahun 2012, tim ilmuwan di Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) menyatakan, mereka telah menemukan partikel yang diklaim sebagai Higgs boson. Eksperimen dilakukan setelah pengumuman dan berhasil mengonfirmasi bahwa yang ditemukan memang partikel itu.

Temuan tersebut diambut meriah oleh fisikawan dunia. Tahun 2013, Peter Higgs, ilmuwan Inggris yang menggagas adanya partikel yang sering kali disebut partikel tuhan itu, meraih Nobel Fisika.

Namun kini, sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Mads Tourdal Frandsen dari Pusat Studi Kosmologi dan Fenomenologi Fisika Partikel, Denmark, di jurnal Physical Review D berpotensi menggoyahkan hasil temuan CERN.

Dalam publikasinya, Frandsen dan timnya menyatakan tidak ada bukti partikel tuhan telah ditemukan. Ia mengatakan, data-data yang didapatkan CERN belum bisa menjelaskan apakah partikel yang ditemukan memang Higgs boson.

"Data CERN secara umum diambil sebagai bukti bahwa partikel yang ditemukan memang partikel Higgs. Benar bahwa partikel Higgs bisa menjelaskan data itu, tetapi tetap saja ada penjelasan lain," kata Frandsen seperti dikutip Huffington Post, Senin (10/11/2014).

Frandsen menegaskan, data yang diperoleh CERN tidak cukup tepat untuk menjadi dasar pernyataan penemuan Higgs boson. Dan, bukan hanya Frandsen yang berpandangan demikian.

"Data dari eksperimen LHC (Large Hadron Collider) dipastikan konsisten dengan Higgs, bagaimana diproduksi dan meluruh, serta spin partikelnya. Namun, seperti dalam publikasi, itu mungkin bukan satu-satunya penjelasan," kata Michael Tuts dari Columbia University.

Frandsen mengatakan, partikel yang ditemukan CERN sebenarnya adalah techni-higgs. Berbeda dengan Higgs boson, techni-higgs bukan partikel elementer. Partikel itu terdiri dari partikel elementer yang disebut techni-quarks.

Tuts mengatakan, studi lebih lanjut masih diperlukan untuk bisa menyatakan dengan pasti apakah partikel yang ditemukan CERN memang Higgs boson. "Kita butuh lebih banyak data dalam beberapa tahun untuk bisa mengetahui kemungkinan lain," katanya.

Penemuan partikel tuhan penting. Dalam fisika, dikenal model standar fisika partikel yang berkontribusi dalam menerangkan penciptaan alam semesta. Higgs boson adalah partikel yang belum ditemukan hingga tahun 2012.

Bila partikel yang ditemukan tahun 2012 bukan Higgs boson, maka ilmuwan akan mendapatkan pekerjaan rumah lebih banyak untuk menguak partikel-partikel elementer. Pada saat yang sama, pengungkapan proses penciptaan alam semesta bakal memakan waktu lebih panjang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X