Lukisan Goa di Sulawesi Dinobatkan sebagai Stensil Tangan Tertua di Dunia

Kompas.com - 10/10/2014, 06:57 WIB
Stensil tangan di Sulawesi berusia 39.900 tahun menjadi yang tertua di dunia saat ini. NatureStensil tangan di Sulawesi berusia 39.900 tahun menjadi yang tertua di dunia saat ini.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Lukisan stensil tangan di Leang Timpuseng, kawasan karst Maros, Sulawesi, dinobatkan sebagai seni cadas tertua di dunia. Lukisan itu lebih tua dari stensil tangan di El Castillo berusia 37.300 tahun yang sebelumnya dianggap sebagai yang tertua.

Usia lukisan stensil tangan tersebut diketahui lewat penelitian hasil kerjasama Pusat Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Makassar, Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Makassar, University of Wollongong, dan Universitas Griffith sepanjang tahun 2011-2013.

Sejumlah peneliti yang terlibat antara lain M Aubert dan Adam Brumm dari University of Wollongong, T Sutikna dan EW Saptomo dari Pusat Arkeologi Nasional, Budianto Hakim  dari Balai Arkeologi Makassar, serta Muhammad Ramli dari BPCB Makassar.

Lukisan stensil tangan tersebut sebenarnya telah ditemukan bertahun-tahun lalu. Namun, penanggalan sebelumnya mengungkap bahwa usia lukisan tersebut jauh lebih muda dari yang terukur dalam studi ini.

Dalam riset hingga tahun lalu, tim arkeolog menggunakan metode penanggalan uranium-thorium. Cara ini dinyatakan lebih akurat dari penanggalan karbon, dilakukan dengan mengukur perbandingan isotop uranium dan thorium.

Tim arkeolog mengambil sampel deposit kalsit di permukaan goa atau yang secara populer disebut "berondong goa". Deposit ini menutupi sebagian lukisan goa. Dengan menganalisis lapisan-lapisannya, arkeolog bisa memerkirakan usia lukisan.

Sejumlah 19 sampel berondong gua diambil dari 7 goa di kawasan karst Maros. Sampel itu berasosiasi dengan 14 lukisan gua, terdiri dari 12 lukisan stensil tangan dan 2 lukisan figur hewan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa seni cadas di goa kawasan Maros berusia antara 17.400 - 39.900 tahun. Lukisan yang tertua adalah lukisan stensil tangan yang ditemukan di Leang Timpuseng.

Dalam makalah di jurnal Nature yang diterima Kompas.com pada Kamis (9/10/2014), tim arkeolog mengatakan, "lukisan itu kini menjadi jejak tertua manusia di Sulawesi serta lukisan yang tertua di antara banyak lukisan stensil yang tersebar di dunia."

Lukisan stensil tangan tersebut berada pada ketinggian 4 meter dari dasar gua. Di sebelah kiri bawah lukisan stensil, terdapat lukisan babirusa betina yang usianya tak kalah tua, 35.400 tahun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.