Kompas.com - 08/10/2014, 21:25 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Pukul 15.38 WIB, sebuah e-mail masuk. Itu dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Isinya ialah seputar perkiraan cuaca dalam kurun waktu 3-24 jam.

Dari rilis itu, tak ada fenomena cuaca istimewa. Cuma informasi adanya siklon tropis Vongfong dan bibit siklon tropis di Laut Andaman. Selebihnya ialah potensi hujan ringan dan hujan sedang di sejumlah daerah.

Namun, informasi yang secara meteorologi tak begitu istimewa tiba-tiba jadi perhatian. Sebabnya, bakal ada gerhana bulan total yang langka pada Rabu (8/10/2014) senja.

Gerhana bulan total yang disisipi dengan fenomena selenelion, yaitu saat bulan dan matahari terpisah 180 derajat, hanya bisa disaksikan bila langit cerah. Sementara itu, BMKG menginformasikan bahwa Jakarta Pusat, Selatan, dan Barat, berpotensi hujan ringan.

Menengok ke luar ruangan, langit memang sedikit mendung. Namun, masih ada harapan karena tak sepenuhnya gelap. Siapa tahu, begitu senja tiba, langit bakal sejenak cerah.

Sekitar 1,5 jam kemudian, Kompas.com bersiap-siap menuju ke Planetarium Jakarta di Kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) menggelar pengamatan bersama yang terbuka untuk umum.

Sampai dalam 15 menit, Kompas.com menjumpai planetarium telah penuh oleh anak-anak, remaja, ibu-ibu, dan awak media.

Di lobi planetarium, sejumlah remaja berbaris. Petugas mengatakan, mereka antre untuk bisa melihat gerhana. Sementara itu, di sebuah ruangan di lantai 2, wartawan berkumpul untuk mendengarkan penjelasan tentang fenomena gerhana langka ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.40 WIB. Kompas.com memutuskan untuk naik ke lantai teratas planetarium, tempat pengamatan biasa digelar.

Di sana, telah berkumpul sejumlah anggota HAAJ. Mereka mempersiapkan sejumlah teleskop sehingga bila gerhana bisa terlihat, publik dapat menggunakannya untuk mengamati bulan lebih detail.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.