Kompas.com - 08/10/2014, 16:41 WIB
Gerhana bulan terlihat dengan latar depan Monumen El Salvador del Mundo di San Salvador, El Salvador, 15 April 2014. Gerhana bulan kali ini terbilang langka karena bulan berubah warna dari oranye ke merah darah. AFP PHOTO / JOSE CABEZASGerhana bulan terlihat dengan latar depan Monumen El Salvador del Mundo di San Salvador, El Salvador, 15 April 2014. Gerhana bulan kali ini terbilang langka karena bulan berubah warna dari oranye ke merah darah.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Gerhana Bulan langka bakal menyapa Jakarta pada Rabu (8/10/2014). Antara pukul 17.44 - 17.45 WIB, bakal terjadi fenomena gerhana selenelion. Bulan akan terbit dengan warna merah darah di timur sementara Matahari akan tenggelam di barat.

Fenomena itu terbilang langka. Di samping itu, wilayah yang berpotensi menyaksikannya pun selalu terbatas, berbeda dengan gerhana Bulan biasanya yang bisa disaksikan di wilayah luas.

Untuk kali ini, wilayah dunia yang bisa menyaksikannya diantaranya hanya Indonesia bagian barat dan Amerika Serikat. Kota-kota Indoensia yang bisa menyaksikannya antara Jakarta, Bandung, dan Bengkulu.

Namun, meski berpotensi menyaksikan gerhana langka itu, sejumlah wilayah Indonesia punya ancaman cuaca. Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa mendung dan hujan akan menghiasi sejumlah kota di Indonesia sore hingga malam ini.

Berdasarkan prakiraan terbaru BMKG yang diterima Kompas.com hari ini, wilayah Jakarta Pusat, Selatan, dan Barat berpotensi berawan dan hujan ringan pada sore hingga malam hari ini. Demikian juga wilayah Bogor.

Sejumlah wilayah di Indonesia lain berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Wilayah itu antara lain Banda Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

BMKG melaporkan adanya belokan angin di wilayah Sumatera bagian tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Selain itu, terdapat juga siklon tropis Vongfong
di Samudera Pasifik timur Filipina yang persisten intensitasnya dalam 12-24 jam ke depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Laut Andaman sebelah barat Thailand, terdapat bibit siklon tropis 99B. Ada potensi tinggi bibit itu bakal berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu 24 jam mendatang.
Gelombang laut lebih dari 3 meter dilaporkan di sejumlah wilayah.

Pengamatan gerhana Bulan langka selenelion kali ini menuntut langit yang bersih dari awan. Jika langit mendung dan hujan terjadi, maka pupus sudah harapan menyaksikan gerhana bulan langka ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.