Temukan "GPS dalam Otak", Tiga Ilmuwan Raih Nobel Kedokteran

Kompas.com - 06/10/2014, 22:34 WIB
Dari kiri ke kanan, John O'Keefe, Edvard Moser, dan May-Britt Moser, peraih Nobel Kedokteran 2014. Christian Charisius,Torstein Boe/European Pressphoto AgencyDari kiri ke kanan, John O'Keefe, Edvard Moser, dan May-Britt Moser, peraih Nobel Kedokteran 2014.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ilmuwan Amerika Serikat yang berkarya di Inggris, John O'Keefe serta peneliti asal Norwegia, May Britt dan Edward Moser meraih Nobel Kedokteran-Fisiologi 2014 berkat jasanya menemukan sistem navigasi otak.

Panitia Nobel menganugerahkan penghargaan senilai 1,1 juta dollar AS di Karolinska Institute, Swedia, pada Senin (6/10/2014). Mereka menyebut, temuan penerima nobel kali ini memecahkan masalah yang dihadapi para ilmuwan dan filsuf selama berabad-abad.

Pertanyaan atau masalah besar tersebut adalah: bagaimana otak membuat peta tentang apa yang ada di sekeliling kita dan bagaimana kita bisa melakukan navigasi lewat lingkungan yang kompleks?

Ole Kiehn, anggota komite nobel serta profesor di Departemen Neurosains Karolinska Institute mengatakan, ketiga ilmuwan penerima nobel telah menemukan "GPS tubuh yang memungkinkan kita mengetahui posisi serta menemukan jalan."

O'Keefe, kini direktur Pusat Sirkuit Saraf dan Perilaku di University College London menemukan elemen pertama sistem navigasi itu pada tahun 1971. Ia mengetahui adanya hippocampus, area otak yang aktif saat tikus berada di suatu ruangan.

Mengetahui bahwa hippocampus tersebut teraktivasi saat tikus berada di tempat baru di sebuah ruangan, O'Keefe berkesimpulan bahwa bagian otak itu adalah "kumpulan sel tempat" yang membentuk peta.

Dikutip Reuters hari iniUta Frith, profesor perkembangan kognitif di University College London, mengatakan bahwa dengan penemuan O'Keefe, maka kini sangat mungkin memetakan pikiran.

Penelitian O'Keefe ditindaklanjuti oleh Edward Moser dan May-Britt Moser. Pasangan suami istri ini dahulu belajar merekam aktivitas sel-sel hippocampus di laboratorium O'Keefe sebelum akhirnya pindah ke Norwegia.

Kurang lebih 10 tahun setelah belajar, duet Moser menemukan area yang disebut "grid cells". Area ini diketahui merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk terus menerus menciptakan peta baru sehingga hewan tahu di mana mereka berada dan tempat yang telah dikunjungi.

Bill Harris, kepala bagian fisiologi, perkembangan, dan neurosains di University of Cambridge mengungkapkan bahwa temuan ketiga ilmuwan itu bukan hanya merevolusi pandangan manusia tentang otak.

"Tapi juga membuka pintu pada masalah memori tempat dan bagaimana kita belajar dan mengingat rute navigasi, dan manfaat tidur dan mimpi pada memori dan performa kita," terangnya.

Meskipun manfaat nyata dari temuan ini belum ada, namun hasil riset ini membuka pintu untuk memahami hilangnya kesadaran tentang lokasi pada pasien dengan stroke, dementia, dan Alzheimer.

Sejak diberitahu bahwa dirinya menerima nobel, O'Keefe mengaku shock. Sementara, May-Britt Moser langsung merayakannya dengan minum champagne bersama koleganya begitu menerima kabar.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X