Kompas.com - 06/10/2014, 18:58 WIB
Ilustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Fine Art AmericaIlustrasi Human Immunodeficiency Virus (HIV)
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ilmuwan mengungkap asal-usul pandemi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Seks bebas, penggunaan jarum suntik secara tidak steril dalam layanan kesehatan, dan perkembangan transportasi massal menjadi sebab utama pandemi.

Untuk mengungkapnya, Oliver Pybus, pakar biologi evoludi dan penyakit infeksi di Oxford University, menganalisis genom HIV dari 814 orang di Afrika bagian tengah yang dikoleksi selama 30 tahun.

Pybus dan rekannya melihat adanya mutasi pada genom virus itu. Dengan melihat jejak mutasi, ilmuwan bisa menyusun pohon kekerabatan sehingga nenek moyang virus mematikan itu bisa diketahui.

Berdasarkan analisis, diketahui bahwa lokasi awal perkembangan epidemi HIV adalah kota Kinshasa. Dulu, kota tersebut termasuk wilayah Zaire, kini termasuk wilayah Republik Demokratik Kongo.

Diberitakan National Geographic, Kamis (2/10/2014), sebelumnya, ilmuwan telah mengetahui bahwa HIV merupakan hasil mutasi dari Simian Immunodeficiency Virus (SIV) yang menginfeksi simpanse. Dari hasil mutasi, dikenal dua tipe HIV, disebut HIV-1 dan HIV-2.

HIV-1 sendiri terbagi menjadi beberapa sub-tipe, M dan O. HIV-1 sub-tipe M merupakan jenis menginfeksi 90 persen penderita HIV/AIDS dunia. Sementara, Sub-tipe O dan HIV-2 hingga kini menginfeksi orang dalam jumlah terbatas di Afrika Barat.

Pybus dan timnya mengungkap, sebelum tahun 1960-an, HIV tipe 1 dan 2 menyebar dengan kecepatan yang sama. Hingga setelahnya, HIV-1 sub-tipe M menyebar dengan cepat seiring modernisasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan BBC, Kamis (2/10/2014), industrialisasi mendatangkan banyak buruh laki-laki ke Kinshasa. Jumlah laki-laki di kota itu akhirnya mencapai 2 kali lipat dari jumlah perempuan. Ini kemudian mendorong bisnis prostitusi marak.

Sementara prostitusi marak, kesadaran kesehatan minim. Seks tak aman. Penyakit menular seksual marak. Pengobatan penyakit menular seksual pun dibantu dengan jarum yang tidak steril. Akhirnya, penyakit justru merebak, termasuk HIV.

Di sektor lain, transportasi ikut membantu. Sejumlah sejuta orang telah wara-wiri dengan kereta dari Kinshasa ke wilayah sekitarnya. Lewat seks dan media lain, mereka pun membawa virus HIV ke wilayah sekitarnya.

Hingga awal tahun 1960, dipercaya HIV telah menyebar ke Haiti lewat seorang pekerja yang pulang kampung. Selanjutnya, virus menyebar ke wilayah Afrika lain sebelum memicu pandemi pada tahun 1980-an.

Peter Daszak dari EcoHealth Alliance mengatakan, satu pelajaran yang bisa dipertik dari pandemi HIV adalah, perkembangan pertanian, industri, dan transportasi perlu diimbangi  dengan pengetahuan dan layanan kesehatan yang memadai.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X