Kompas.com - 22/08/2014, 09:21 WIB
RJBA 45, robot bawah air pemantau terumbu karang. Diandra Yulius Gita PramuditaRJBA 45, robot bawah air pemantau terumbu karang.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Soal rakit-merakit robot, gagasan mahasiswa Indonesia patut diperhitungkan. Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor berhasil membuat sebuah robot bawah air (ROV), bernama RJBA 45.

ROV selama ini punya banyak fungsi, seperti untuk inspeksi kabel bawah laut hingga riset arkeologi kelautan. Nah, ROV buatan mahasiswa IPB berfungsi untuk pemantauan ekosistem laut, misalnya terumbu karang.

Selama ini, mahasiswa IPB telah mencoba menafaatkan RJBA 45 untuk pemantauan di perairan Pula Pramuka. “Selain mengamati terumbu karang, kami juga menggunakan untuk mengetahui pola pergerakan ikan,” kata Diandra Yulius Gita Pramudita yang terlibat pembuatan.

Inovasi mahasiswa IPB ini patut diacungi jempol. Pasalnya, mereka juga membuat sendiri beberapa komponennya. "Ini cara untuk membuktikan bahwa Indonesia tidak kalah dari negara lain secara ilmu juga kemampuan,” terang Hollanda Arief Kusuma, mahasiswa lain.

Ditemui Kompas.com dalam ajang Robotic Fair di At America, Jakarta, Rabu (20/8/2014), Hollanda mengungkapkan bahwa bagian yang dibuat sendiri antara lain lengan ROV, rangka ROV, serta bouyancy tank.

Pembuatan robot ini memakan waktu 3 bulan. Jumlah dana pembuatan sekitar 25 juta. RJBA 45 bisa beroperasi hingga kedalaman 10 meter selama lebih dari tiga jam. Daya robot berasal dari aki 48V.

Hollanda mengatakan, timnya masih akan terus mengembangkan robot buatannya, diantaranya dengan membuatnya menjadi semi otomatis. Tujuannya agar meminimalisasi pemantauan saat berada di bawah laut.

“Penelitian itu sudah kita rencanakan, dan akan menggunakan biaya pribadi, atau paling tidak bergabung dengan penelitian bersama dosen,” terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.