Karakter Debu Antariksa Teridentifikasi

Kompas.com - 19/08/2014, 20:26 WIB
Stardust BBCStardust
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Untuk pertama kali, para ahli meneliti debu antariksa yang dibawa pulang wahana milik NASA, Stardust. Dengan mengetahui komposisi debu antarbintang, mereka berharap bisa menjelaskan asal-usulnya.

Stardust diluncurkan pada 1999 untuk mengumpulkan partikel debu Komet 81P/Wild atau Wild 2 dan kapsulnya kembali ke Bumi pada 2006. Sebagian debu dikumpulkan dari komet itu, sebagian berasal dari aliran debu antarbintang dari berbagai bintang di Galaksi Bimasakti.

Debu antarbintang rata-rata berukuran 0,4 per sejuta meter, berasal dari proses evolusi bintang mulai dari kelahiran hingga kematian bintang yang terlempar ke ruang antarbintang, mengalami kondensasi jadi batuan kecil dingin, dan membentuk lingkungan kosmik kini.

Adapun debu komet lebih tua karena dari sisa pembentukan tata surya, sebelum Matahari terbentuk, dan memanas, meleleh, serta terbentuk saat mendekati Matahari.

Menurut analisis sementara Andrew Westphal dari Laboratorium Sains Antariksa, Universitas California, materi antarbintang terdiri dari beragam ukuran, komposisi kimia, dan struktur.

”Ini berbeda dengan pandangan sebelumnya bahwa semua debu antariksa serupa,” kata Westphal, Kamis (14/8/2014). (MZW/KOMPAS CETAK)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X