Kompas.com - 19/08/2014, 17:48 WIB
Akira Suzuki Richard SusiloAkira Suzuki
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Tiga puluh tahun hidup bersama orangutan dan 20 tahun bergaul bersama gorila, dialah Akira Suzuki. Profesor asal Jepang yang berusia 75 tahun itu menghabiskan lebih dari separuh hidupnya bersama dengan primata kerabat terdekat manusia.

"Saya sangat mencintai orangutan kalimantan," ungkapnya.

Ditemui secara khusus oleh Tribunnews.com, Senin (18/8/2014), di sebuah restoran Jepang di Tokyo, Suzuki mengungkapkan pengalamannya hidup bersama orangutan kalimantan di alam liar.

"Apabila saya ke sana, ke hutan di Kutai, Kalimantan, para orangutan tampak keluar semua menghampiri saya. Padahal, menurut orang sekitar, jarang dan mungkin tak pernah orangutan berkelakuan demikian," paparnya.

Suzuki bak ayah bagi orangutan. Dia dekat dan dapat berkomunikasi dengan mereka. Baginya, orangutan adalah makhuk yang cerdas dan sensitif.

Suzuki mengkritik upaya Amerika Serikat membuka Taman Nasional Kutai bagi wisatawan. Ia menilai, orangutan bukan barang tontonan. Upaya tersebut akan meningkatkan interaksi orangutan dengan manusia. Risikonya, orangutan lebih rentan tertular penyakit.

"Biarkan mereka bebas di alam hutannya dan sebaiknya sedikit mungkin tersentuh atau bersosialisasi dengan manusia," ungkapnya.

Suzuki mempelajari orangutan sejak tahun 1983. Sejak lima tahun lalu, ia menandatangani perjanjian dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai penasihat orangutan. Tahun 1993, ia pernah membuat kamp di Taman Nasional Kutai.

Akhir Agustus, kontraknya sebagai penasihat orangutan akan habis. Kemungkinan, kontrak itu tak diperpanjang. Namun, itu takkan memadamkan semangatnya untuk melestarikan orangutan.

"Oleh karena itu, saya mesti mencari jalan lain agar orangutan kutai tersebut dapat terus terlestarikan dengan baik sampai kapan pun," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X