Ilmuwan Brasil Sukses Menguping Percakapan Penyu

Kompas.com - 18/08/2014, 21:50 WIB
Rekaman pembicaraan penyu-penyu menunjukkan bahwa mereka rentan polusi suara. C. Ferrara/WCSRekaman pembicaraan penyu-penyu menunjukkan bahwa mereka rentan polusi suara.
EditorYunanto Wiji Utomo


KOMPAS.com
 — Para ilmuwan di Brasil mengklaim berhasil menguping percakapan yang dilakukan sejumlah penyu sungai.

Hasil rekaman mereka mengungkapkan bahwa penyu-penyu tersebut tampak mengobrol dan berkomunikasi satu sama lain ketika musim bersarang.

Mereka menggunakan setidaknya enam suara yang berbeda, demikian hasil penelitian tersebut.

Ini termasuk obrolan antara penyu betina dan anak-anaknya, seperti dilaporkan wartawan iptek BBC, Victoria Gill.

Para peneliti mengatakan, ini merupakan rekaman pertama terhadap penyu di pusat penangkaran.

Kesimpulan dari temuan ini juga menunjukkan bahwa penyu-penyu itu rentan terhadap efek polusi suara.

Hasil penelitian—yang telah dipublikasikan baru-baru ini di Journal Herpetologica—mengungkapkan pula bahwa ada pembicaraan yang aneh di antara mereka.


Kehidupan penyu lebih rumit

Yang tidak kalah penting, rekaman percakapan di antara para penyu ini mengungkapkan bahwa kehidupan sosial mereka lebih rumit ketimbang yang diperkirakan sebelumnya.

Tim peneliti, termasuk peneliti dari Wildlife Conservation Society (WCS) dan National Institute of Amazonian, menggelar studi ini di Rio Trombetas di Amazon antara 2009 dan 2011.

Mereka menggunakan mikrofon dan hidrofon bawah air untuk merekam lebih dari 250 suara penyu-penyu tersebut.

Para ilmuwan kemudian menganalisis suara-suara itu dan membaginya menjadi enam jenis, menghubungkan setiap kategori dengan perilaku tertentu.

Dr Camila Ferrara dari WCS Brazil mengatakan kepada BBC News, "Apa yang mereka percakapkan memang tidak jelas, tetapi kami pikir mereka bertukar informasi," katanya.

"Kami pikir suara-suara itu untuk membantu mereka memadukan kegiatan mereka pada musim bersarang," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X