Kompas.com - 18/08/2014, 07:10 WIB
Pseudocalotes cybelidermus Amir Hamidy/ZootaxaPseudocalotes cybelidermus
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Semula, Sumatera diduga cuma punya satu jenis bunglon dari genus Pseudocalotes. Namun, riset taksonomi mengungkap bahwa pulau itu lebih kaya dari yang diduga. Tiga spesies baru bunglon dari genus itu ditemukan di Bukit Barisan.

Jenis baru bunglon itu terungkap lewat riset ahli herpetologi (ilmu yang mempelajari reptil dan amfibi) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy. Dia meneliti bersama rekannya dari Universitas Brawijaya, Boward College, dan Universitas Texas.

Ketiga spesies yang ditemukan adalah Pseudocalotes cybelidermus, Pseudocalotes lineatus, dan Pseudocalotes rhammanotus. Temuan itu dipublikasikan di jurnal Zootaxa pada 25 Juli 2014 yang lalu.

P cybelidermus berbeda dengan jenis lain karena punya organ semacam gelambir yang berwarna biru keunguan. Karena karakteristiknya, Amir dan rekannya menyebut spesies ini bunglon berleher ungu.

Sementara itu, P guttalineatus mempunyai ciri unik berupa pola garis putus-putus berwarna kebiruan pada bagian leher. Nama spesies diambil dari ciri unik itu. lineatus berasal dari kata "gutta" yang berarti bintik atau spot serta "lineatus" yang berarti garis.

P cybelidermus dan P guttalineatus sangat mirip hingga sulit dibedakan satu sama lain. Itu mungkin terjadi karena keduanya hidup di lingkungan yang hampir sama, wilayah Bukit Barisan di Lampung.

Amir Hamidy/Zootaxa Pseudocalotes guttalineatus

P guttalineatus
, seperti umumnya bunglon, bisa melakukan mimikri. Saat berada di atas tanah atau daun-daun kering, jenis ini berubah warna menjadi coklat. Sementara itu, ketika berada di atas dedaunan, warnanya berubah menjadi hijau.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baik P guttalineatus maupun P cybelidermus punya kesamaan menarik yang bisa dilihat ketika keduanya membuka mulut. Tenggorokan dua jenis itu adalah perpaduan antara warna hitam dan oranye.

Spesies ketiga yang ditemukan, P rhammanotus, punya karakter khas berupa sisik menonjol di bagian punggung. Ciri itu membuat punggung jenis ini seolah penuh jahitan. Maka dari itu, para ilmuwan pun menyebut jenis ini bunglon dengan jahitan punggung.

P rhammanotus itu adalah bunglon yang paling mirip dengan P tympanistriga, jenis bunglon Sumatera yang telah dikenal sebelumnya. Tenggorokan P rhammanotus berwarna hitam, sedangkan lidahnya berwarna putih.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.