Dampak Poligami pada Kesehatan Istri yang Dimadu

Kompas.com - 17/08/2014, 12:05 WIB
Shutterstock Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Peristiwa terakhir adanya pejabat yang diduga melakukan poligami saat menjadi pejabat membuat saya tergelitik untuk mencoba melakukan review dampak poligami bagi kesehatan.

Saya sendiri belum pernah melakukan survei seputar permasalahan ini dan belum mendapatkan penelitian dari Indonesia yang telah dipublikasi secara internasional. Tetapi dalam praktek sehari-hari sebagai seorang dokter ternyata masalah keluarga bisa menjadi pencetus seseorang mengalami gangguan kesehatan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah ini yang bisa saya kerjakan adalah mencari bukti klinis tentang masalah poligami ini dengan kesehatan. Untuk itu saya melakukan penelusuran melalui ‘PUBMED” salah satu situs ternama yang digunakan secara luas untuk mengetahui penelitian yang telah dikerjakan dan dipublikasi pada berbagai jurnal ternama.

Untuk penelusuran mengenai poligami ini saya menggunakan keyword “Polygamous married”. Surprised! Ternyata ada beberapa penelitian yang melihat dampak poligami pada berbagai permasalahan kesehatan khususnya bagi istri pertama. Saya membatasi diri untuk membuka jurnal terakhir saja dan bentuk artikelnya sebuah artikel penelitian.

Menarik apa yang saya dapati dari penelusuran tentang penelitian seputar praktek poligami tersebut. Ternyata sudah ada penelitian tentang hal ini pada orang-orang yang mengalami poligami di negara-negara Afrika, Asia, terutama negara-negara Arab dan bahkan yang menarik lagi bahwa di era globalisasi ini praktek poligami juga terjadi di Amerika dan Eropa.

Kenapa seseorang pria melakukan poligami? Satu penelitian dari Nigeria melaporkan 5 alasan kenapa seseorang melakukan praktek poligami antara lain ingin memiliki anak yang lebih banyak, meningkatkan prestise dimata teman atau kelompoknya, meningkatkan status dalam masyarakatnya, menambah anggota keluarga untuk melakukan pekerjaan, misal dalam bidang pertanian dan terakhir untuk memuaskan dorongan seksualnya.

Bagaimana dengan di Indonesia? Berbagai alasan yang muncul jika kita tanya kepada teman atau kolega yang melakukan poligami, mereka menjawab untuk menyalurkan keinginan seksualnya dari pada berhubungan dengan wanita tunasusila dan tidak halal, lebih baik menikah lagi dan halal yang penting bisa berlaku “adil”. Saya membatasi diri tidak akan membahas masalah “adil” ini lebih lanjut karena sudah masuk ranah agama.

Gangguan jiwa

Hal yang sering kita dengar dalam perbincangan poligami seputar kita adalah pernyataan “wanita mana yang mau dimadu?” Dan pada akhirnya memang ada juga wanita yang mau dimadu ketika suaminya dengan berbagai alasan minta izin untuk menikah lagi.

Berbagai penelitian yang dilakukan antara lain yang saya baca melaporkan poligami dari Syria, Palestina, Turki, Jordan, Kuwait mendapatkan bahwa istri pertama akan mempunyai masalah psikosial, keluarga dan masalah ekonomi yang lebih besar dibandingan pada wanita dalam perkawinan monogami.

Penelitian yang dilakukan Al-Krenawi pada wanita Syria mendapatkan bahwa wanita yang mengalami poligami mengalami penurunan kepuasan hidup dan kepuasan perkawinan. Para wanita yang mengalami poligami akan mengalami masalah gangguan jiwa yang berdampak juga buat kesehatannya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X