Kompas.com - 11/08/2014, 14:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Saya menuliskan artikel ini segera setelah menonton acara Just Alvin di Metro TV yang sedang membahas kasus selebriti yang sedang hangat yaitu Marshanda. Tadinya saya tidak terlalu peduli dengan berita-berita selebriti. Bagi saya kehidupan selebriti yang tergambar di media sering tidak seperti apa adanya. Tapi ketika masalah selebriti ini terkait dengan gangguan kejiwaan maka saya jadi lebih tertarik untuk mengikutinya.

Dalam wawancara Just Alvin di Metro TV tadi, banyak terminologi gangguan kejiwaan dan pengobatan gangguan jiwa yang disebutkan.

Diawali dengan ucapan Marshanda bahwa dia pernah mengkonsumsi Xanax (suatu obat jenis penenang/benzodiazepine), lalu kemudian ada ungkapan Marshanda mengatakan dia didiagnosis Bipolar tipe II oleh psikiater, sampai ada pendapat pengacara yang berhubungan dengan pengobatan yang diberikan.

Wawancara Just Alvin tadi jujur membuat saya merasa sedih sekaligus gemas. Betapa masih banyaknya orang yang masih belum memahami secara baik apa yang dimaksud gangguan jiwa bahkan dalam pengertian sederhana sekalipun.

Gangguan Jiwa masih selalu dihubungkan dengan kegilaan. Masih banyak orang yang berpikir bahwa jika orang didiagnosis suatu gangguan jiwa maka itu artinya dia GILA.

Sebaliknya orang yang TIDAK GILA artinya dia pasti tidak menderita gangguan jiwa. Padahal gangguan jiwa itu tidak selalu berarti GILA, bukan berarti selalu orang yang menderitanya kehilangan kewarasannya dan berlaku aneh. Banyak diagnosis gangguan jiwa yang sebenarnya orangnya masih bisa berfungsi dengan baik dan bisa bekerja atau berkreasi.

Lebih jauh lagi mungkin banyak orang yang tidak memahami bahwa ada beberapa jenis gangguan jiwa yang penderitanya mempunyai kesadaran akan sakitnya sangat rendah atau bahkan tidak sama sekali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam praktek psikiatri sehari-hari pasien-pasien yang mengalami kondisi seperti ini paling sulit dihadapi. Kebanyakan dari mereka berobat karena atas bantuan orang terdekat seperti orang tua, anak atau pasangannya. Berita baiknya adalah kondisi seperti ini bisa diobati walaupun kadang harus dipaksa masuknya obat ke dalam diri pasien ini.

Kompetensi Dipertanyakan?

Dalam wawancara juga dijelaskan sudah sejak beberapa lama Marshanda meminum obat untuk mengatasi kondisi gangguan emosional yang diceritakannya sendiri tadi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Orthorexia
Orthorexia
PENYAKIT
OCD
OCD
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.