Agar Puasa Lancar, Perhatikan Kecukupan Tidur

Kompas.com - 01/07/2014, 09:18 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

Ibadah puasa membawa berkah. Tentu kita tak mau jika ibadah terganggu akibat jatuh sakit, musibah atau ketidak nyamanan lain. Menjaga kesehatan secara menyeluruh jadi penting. Tahukah Anda bahwa kesehatan tidur sangat mempengaruhi ibadah puasa kita? Berikut saya berikan beberapa poin penting dari sisi kesehatan tidur agar ibadah puasa lancar.

Tidur Sehat

Tidur yang sehat sama pentingnya bagi kesehatan seperti menjaga nutrisi dan berolahraga. Mengabaikan kesehatan tidur akan berakibat buruk bagi keselamatan, kesehatan, dan produktivitas. Sayangnya banyak sekali contoh di keseharian kita yang menunjukkan bagaimana masyarakat kita masih mengabaikan kesehatan tidur.

Lihat saja bagaimana iklan-iklan di media yang menunjukkan berbagai produk yang membuat seseorang lebih “melek”. Bukan berarti produk-produk suplemen atau penambah energi tersebut buruk. Tetapi coba lihat lebih dalam, para produsen ini melihat adanya peluang pasar yang besar pada masyarakat Indonesia yang mengantuk!

Perhatikan juga bagaimana di minggu awal berpuasa, banyak terjadi kecelakaan lalu lintas. Kenapa? Sederhana saja, kantuk. Akibat tubuh yang belum terbiasa dengan perubahan pola tidur, banyak orang mengantuk saat berkendara. Padahal para ahli telah membuktikan bahwa mengendara dalam keadaan mengantuk sama bahayanya dengan kondisi mabuk.

Keselamatan

Kesiapan kendaraan memang penting, tetapi kesiapan pengendaralah yang sebenarnya paling penting! Sebelum berkendara ke tempat kerja, pastikan Anda tidak dalam keadaan mengantuk. Jika mengantuk, ambil waktu untuk tidur dulu. Atau jauh lebih aman gunakan saja kendaraan umum.

Saat akan berkendara pulang. Istirahat dulu 15 menit, atau gunakan kendaraan umum jika mengantuk. Berbuka puasa bersama keluarga tercinta memang tak tergantikan, tetapi tiba di rumah dengan selamat jauh lebih penting!

Data kecelakaan pada Operasi Ketupat 2013 menunjukkan bahwa 420 kecelakaan disebabkan oleh tidak menjaga jarak antarkendaraan, 332 akibat melanggar batas kecepatan dan 623 disebabkan oleh pengendara yang mengantuk. Kantuk masih menjadi penyebab kecelakaan terbesar.

Bahaya kantuk saat berkendara ada di depan mata tapi masih kita abaikan. Saat berkendara dan mengantuk, kita malah meningkatkan kecepatan. Tak jarang kita juga merasa tanggung, 10 menit lagi sampai. Tetapi bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Bahaya kantuk bukan saja tertidur. Bahaya kantuk sesungguhnya terletak pada menurunnya konsentrasi, kewaspadan dan respons refleks. Ketiganya merupakan syarat kemampuan dasar berkendara yang aman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X