Pernah Cacar Air, Waspadai Risiko Herpes Zoster

Kompas.com - 25/06/2014, 10:56 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Cacar air merupakan penyakit yang umumnya hanya diderita satu kali seumur hidup. Orang yang pernah terkena cacar air dalam tubuhnya akan dibentuk kekebalan. Tetapi virus Varicella zoster yang sudah "tidur" itu bisa kembali aktif dan menyebabkan herpes zoster.
 
Herpes zoster atau yang dikenal juga dengan istilah cacar api memiliki gejala rasa nyeri seperti terbakar, kesemutan atau gatal. Herpes hanya mengenai bagian tertentu yang dilayani oleh saraf yang terkena.
 
"Saat virus herpes zoster masuk ke dalam tubuh manusia ia berdiam di sistem saraf dan menetap di dalamnya," papar dokter spesialis kulit dan kelamin dari FKUI/RSCM Hanny Nilasari dalam seminar media bertajuk "Herpes Zoster: 1 dari 3 Orang Berisiko" pada Selasa (24/6/2014) di Jakarta.
 
Karena menyerang kembali saat daya tahan tubuh melemah, maka herpes zoster banyak ditemukan pada orang-orang dengan usia lanjut. Sebuah studi dalam jurnal Clinical Infectious Disease menemukan, sebanyak 95 persen orang dewasa di atas usia 50 tahun berisiko mengalami herpes zoster karena pernah menderita cacar air sebelumnya.
 
"Pertambahan usia merupakan risiko paling utama herpes zoster. Setelah seseorang memasuki usia 50 tahun, risiko terkena dan tingkat keparahan herpes zoster semakin tinggi," ucap Ketua Kelompok Studi Herpes Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) ini.
 
Data dari Merck and Co bahkan menyebutkan rata-rata satu dari tiga orang berisiko mengalami herpes zoster semasa hidupnya. Dan diperkirakan jumlah orang lanjut usia yang bertambah karena meningkatnya angka harapan hidup juga akan meningkatkan angka kejadian herpes zoster. 
 
Penyakit ini juga bisa menular pada mereka yang belum pernah terkena cacar air atau mereka yang memiliki ketahanan tubuh yang rendah.

Normalnya, herpes zoster bukan kondisi yang serius dan biasanya menghilang dalam waktu 2-3 minggu. Namun, pada beberapa orang tertentu, saraf perifer yang terkena akan tetap terasa nyeri selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Kebanyakan ini dialami oleh mereka yang berusia lanjut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X