Kompas.com - 19/06/2014, 17:46 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Selain pemilihan presiden, isu lain yang tak kalah menarik dibahas dalam beberapa waktu terakhir adalah penutupan Gang Dolly, kompleks lokalisasi prostitusi di Surabaya yang konon merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Bicara tentang prostitusi, kerap kali tercetus komentar bahwa pekerja seks komersial (PSK) adalah profesi tertua dalam kebudayaan manusia. Benarkah demikian? Lalu, apakah ada pula prostitusi dalam "peradaban" hewan?

Artikel yang ditulis Forrest Nickman di Slate.com, 6 Maret 2012, berdasarkan keterangan antropolog University of Chicago, Don Kullick, menerangkan bahwa prostitusi memang sudah ada sejak awal peradaban manusia, tetapi belum bisa dipastikan apakah PSK merupakan profesi tertua.

Salah satu bukti bahwa prostitusi sudah ada ribuan tahun lalu adalah naskah Alkitab. Disebutkan, tentara Israel dahulu punya banyak istri dan selir. Raja Solomon dikenal punya 700 istri dan 3.000 selir. Pada masa Romawi Kuno, orang sudah bisa membeli seks dengan koin.

Meski demikian, prostitusi jalanan seperti di Jalan Gajah Mada Jakarta atau di Gang Dolly dan Jarak baru dikenal pada masa Ratu Victoria di Inggris. Saat itu, prostitusi dituduh sebagai biang epidemi penyakit menular seksual.

Frasa "PSK profesi tertua" sendiri muncul pada akhir tahun 1800-an. Sayangnya, frasa yang kerap diucapkan saat ini tersebut muncul dari kesalahan mengutip, bukan didasarkan atas riset ilmiah atau bukti sejarah.

Tahun 1888, Rudyard Kipling menulis artikel soal prostitusi. Artikel tersebut dimulai dengan kalimat, "Lalun adalah anggota dari profesi paling tua di dunia."

Tahun 1900-an, seiring adanya perdebatan untuk membasmi prostitusi, kalangan medis mulai menggunakan frasa yang intinya bermakna PSK merupakan profesi tertua. Kalangan yang kurang setuju dengan penghapusan PSK mengatakan bahwa percuma membasminya karena merupakan profesi tertua. "Percuma mengubah kebiasaan manusia," demikian sering dikatakan.

Pada awal abad tersebut pula, muncul beragam buku dengan judul yang menegaskan bahwa PSK merupakan profesi tertua, misalnya buku William Josephus Robinson berujul The Oldest Profession in the World: Prostitution yang terbit tahun 1929 dan The Story of the World's Oldest Profession karangan Joseph McCabe yang terbit tahun 1932.

Fakta yang sudah dibuktikan secara ilmiah adalah bahwa prostitusi pun dikenal di dunia hewan. Simpanse betina di Ivory Coast, berdasarkan penelitian, terbukti bisa menukar seks untuk mendapatkan daging.

Sementara itu, penelitian Fiona Hunter dari Cambridge University menunjukkan bahwa penguin betina di Antartika juga kerap melayani kebutuhan seks pejantan lain yang bukan pasangannya untuk mendapatkan batu dan kerikil untuk membuat "rumah".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

BRIN sebagai Ruang Kolektif Riset dan Inovasi Indonesia

Oh Begitu
WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

WMO Sebut Juli Jadi Bulan dengan Suhu Terpanas, Apa Dampaknya?

Fenomena
Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Bagaimana Mesin Ketik Pertama Kali Ditemukan? Ini Sejarahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.