Kompas.com - 19/06/2014, 17:46 WIB
Pekerja seks menutup wajah mereka dengan koran saat polisi militer melakukan patroli di kawasan Dolly, Surabaya, 3 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014. AFP PHOTO / JUNI KRISWANTOPekerja seks menutup wajah mereka dengan koran saat polisi militer melakukan patroli di kawasan Dolly, Surabaya, 3 Mei 2014. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini telah menetapkan menutup kawasan bordil di Dolly pada 18 Juni 2014.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Selain pemilihan presiden, isu lain yang tak kalah menarik dibahas dalam beberapa waktu terakhir adalah penutupan Gang Dolly, kompleks lokalisasi prostitusi di Surabaya yang konon merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Bicara tentang prostitusi, kerap kali tercetus komentar bahwa pekerja seks komersial (PSK) adalah profesi tertua dalam kebudayaan manusia. Benarkah demikian? Lalu, apakah ada pula prostitusi dalam "peradaban" hewan?

Artikel yang ditulis Forrest Nickman di Slate.com, 6 Maret 2012, berdasarkan keterangan antropolog University of Chicago, Don Kullick, menerangkan bahwa prostitusi memang sudah ada sejak awal peradaban manusia, tetapi belum bisa dipastikan apakah PSK merupakan profesi tertua.

Salah satu bukti bahwa prostitusi sudah ada ribuan tahun lalu adalah naskah Alkitab. Disebutkan, tentara Israel dahulu punya banyak istri dan selir. Raja Solomon dikenal punya 700 istri dan 3.000 selir. Pada masa Romawi Kuno, orang sudah bisa membeli seks dengan koin.

Meski demikian, prostitusi jalanan seperti di Jalan Gajah Mada Jakarta atau di Gang Dolly dan Jarak baru dikenal pada masa Ratu Victoria di Inggris. Saat itu, prostitusi dituduh sebagai biang epidemi penyakit menular seksual.

Frasa "PSK profesi tertua" sendiri muncul pada akhir tahun 1800-an. Sayangnya, frasa yang kerap diucapkan saat ini tersebut muncul dari kesalahan mengutip, bukan didasarkan atas riset ilmiah atau bukti sejarah.

Tahun 1888, Rudyard Kipling menulis artikel soal prostitusi. Artikel tersebut dimulai dengan kalimat, "Lalun adalah anggota dari profesi paling tua di dunia."

Tahun 1900-an, seiring adanya perdebatan untuk membasmi prostitusi, kalangan medis mulai menggunakan frasa yang intinya bermakna PSK merupakan profesi tertua. Kalangan yang kurang setuju dengan penghapusan PSK mengatakan bahwa percuma membasminya karena merupakan profesi tertua. "Percuma mengubah kebiasaan manusia," demikian sering dikatakan.

Pada awal abad tersebut pula, muncul beragam buku dengan judul yang menegaskan bahwa PSK merupakan profesi tertua, misalnya buku William Josephus Robinson berujul The Oldest Profession in the World: Prostitution yang terbit tahun 1929 dan The Story of the World's Oldest Profession karangan Joseph McCabe yang terbit tahun 1932.

Fakta yang sudah dibuktikan secara ilmiah adalah bahwa prostitusi pun dikenal di dunia hewan. Simpanse betina di Ivory Coast, berdasarkan penelitian, terbukti bisa menukar seks untuk mendapatkan daging.

Sementara itu, penelitian Fiona Hunter dari Cambridge University menunjukkan bahwa penguin betina di Antartika juga kerap melayani kebutuhan seks pejantan lain yang bukan pasangannya untuk mendapatkan batu dan kerikil untuk membuat "rumah".



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Mundur dari ISS, Rusia Bakal Luncurkan Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Oh Begitu
Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Keganasan Bisa Ular Bervariasi, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Fenomena
Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Tapir Betina Masuk ke Kolam Ikan di Pekanbaru, Hewan Apa Itu?

Fenomena
Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Kopi Liar bisa Lindungi Masa Depan Minuman Kopi dari Perubahan Iklim

Fenomena
Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter dari Aceh hingga Papua

Oh Begitu
63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

63 Gempa Guncang Samosir Sejak Januari 2021, BMKG Pastikan Gempa Swarm

Fenomena
Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Meneladani Kartini, Para Peneliti Perempuan Berjuang untuk Kemajuan Riset di Indonesia

Oh Begitu
Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Perbedaan Porang, Iles-iles, Suweg, dan Walur, dari Ciri hingga Manfaatnya

Oh Begitu
Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Jadi Penyebab Wafatnya Kartini, Angka Kematian Ibu di Indonesia Masih Tinggi

Oh Begitu
Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Polemik Usai Terbitnya Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Oh Begitu
Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Cita-cita Kartini yang Tercapai Usai Kepergiannya

Kita
Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Korban Bencana NTT Dapat Bantuan Sebungkus Mi Instan dan 1 Butir Telur, Ahli Gizi Rekomendasikan 3 Makanan Bergizi

Oh Begitu
Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Asal-usul Nama Jepara, Berasal dari Kata Ujungpara hingga Jumpara

Oh Begitu
Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kisah Sitisoemandari Soeroto, Korbankan 4 Tahun Tuliskan Biografi Kartini

Kita
Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Hobi Mumikan Kucing, Apa Alasan Orang Mesir Kuno Lakukan Itu?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X