Terapi Pembesaran Prostat Bikin Pria Kurang Subur

Kompas.com - 19/06/2014, 14:42 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com - Pembesaran prostat lebih lazim terjadi pada pria dengan usia lanjut. Kondisi ini sebenarnya tidak mempengaruhi kemampuan seorang pria untuk punya anak, karena sperma masih bisa diproduksi dengan baik. Namun setelah dilakukan terapi pengobatan, pria mungkin akan lebih sulit memperoleh keturunan.
 
Dokter spesialis urologi dari RS Premier Bintaro Gideon FP Tampubolon mengatakan, kemampuan pria untuk mengeluarkan sperma setelah terapi pembesaran prostat akan terganggu. Inilah yang menyebabkan pria sulit punya anak.
 
"Saat ejakulasi, pria akan merasakan spermanya keluar, namun sebenarnya sperma tidak keluar meyembur, tetapi masuk kembali ke kandung kemih," ujarnya dalam media gathering bertajuk Laser untuk Penanganan Terkini Pembesaran Prostat dan Batu Saluran Kemih di Tangerang Selatan, Kamis (12/6/2014).
 
Ia menjelaskan, sperma tidak menyembur saat ejakulasi disebabkan oleh rusaknya klep di leher kandung kemih. Hal ini mengakibatkan sperma bukannya menyembur ke luar, melainkan masuk kembali ke kandung kemih. 
 
Seharusnya saat terjadi ejakulasi, klep di leher kandung kemih tersebut tertutup. Tujuannya supaya sperma bisa keluar melalui uretra. Namun ketika klep rusak, bukannya keluar, sperma akan berbalik ke kandung kemih. Bila hal itu terjadi, sperma baru bisa keluar saat berkemih, bercampur dengan urine. 
 
Kerusakan klep, kata dia, salah satunya diakibatkan oleh terapi dari pembesaran prostat. Terapi tersebut terdiri dari pembedahan maupun menggunakan laser. Kerusakan klep bisa terjadi dua hingga tiga bulan sejak terapi dilakukan hingga seumur hidup pasien.
 
Kendati demikian, manfaat terapi pembesaran prostat umumnya lebih besar daripada fungsi pengeluaran sperma. Alasannya jika seorang pria ingin punya anak setelah melakukan terapi prostat maka bisa dilakukan dengan cara inseminasi.
 
"Sperma bisa diambil melalui testis atau dicuci dari yang dikeluarkan bersama urine, lalu dibantu masuk menuju sel telur," kata Gideon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X