Kompas.com - 11/06/2014, 22:56 WIB
Des destinées de l’ame, buku bersampul kulit manusia. The VergeDes destinées de l’ame, buku bersampul kulit manusia.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Universitas Harvard di Amerika Serikat menyimpan sebuah buku yang bersampul kulit manusia. Buku itu berjudul Des destinées de l’ame (Takdir Jiwa).

Harvard sudah menyimpan buku terbitan tahun 1880-an tersebut sejak tahun 1930. Namun, baru minggu lalu pihak universitas itu mengonfirmasi bahwa sampul buku tersebut berbahan kulit manusia.

Bill Lane, Direktur Laboratorium Spektrometri Massa dan Sumber Protein di Harvard, melakukan analisis peptida pada sampul buku.

Pertama, ilmuwan mengidentifikasi apakah peptida yang ada pada sampul tersebut merujuk pada protein pada kulit manusia.

Langkah selanjutnya, ilmuwan melakukan analisis untuk mengetahui bagaimana peptida itu terbentuk sehingga bisa dikonfirmasi bahwa hanya manusia yang bisa membentuknya.

Diberitakan The Verge, Rabu (4/6/2014), riset mengungkap bahwa benar sampul buku itu terbuat dari kulit manusia.

Bill mengatakan, berdasarkan analisis data, sangat kecil kemungkinannya sampul buku itu tidak berasal dari kulit manusia.

Kini, buku itu menjadi satu-satunya buku di Harvard yang bersampul kulit manusia. Sebelumnya diduga ada dua buku lain, tetapi terungkap bahwa keduanya bersampul kulit domba.

Buku bersampul kulit manusia adalah hal umum hingga abad ke-15. Tujuan penyampulan dengan kulit manusia di antaranya adalah untuk mengenang kematian sosok tertentu.

Buku lain yang juga bersampul kulit manusia adalah Severin Pineau’s De integritatis & corruptionis Virginum Notis, disimpan di Wellcome Library.

Des destinées de l’ame sendiri bersampul kulit seorang perempuan yang menderita gangguan mental. Perempuan itu meninggal akibat stroke dan tak ada yang mengakui jasadnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.