60 Juta Tahun Lalu, Bumi Pernah Dihuni oleh Buaya "Setan Peneror"

Kompas.com - 04/06/2014, 17:51 WIB
Anthracosuchus balrogus hidup 60 juta tahun lalu, bersama dengan ular raksasa Titanoboa. University of FloridaAnthracosuchus balrogus hidup 60 juta tahun lalu, bersama dengan ular raksasa Titanoboa.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Sekitar 60 juta tahun lalu, hidup spesies buaya yang panjangnya bisa mencapai 5 meter dan berat hingga 400 kg. Buaya itu dijuluki "Setan Peneror" alias Balrog, seperti tokoh dalam film Lord of the Ring.

Baru-baru ini, paleontolog menemukan fosil dari hewan tersebut di sebuah lokasi penambangan batu bara di Cerrejon, wilayah utara Kolombia. Setelah identifikasi, paleontolog menamai jenis buaya itu sebagai Anthracosuchus balrogus, dari nama Balrog.

"Seperti raksasa berwajah buruk, Anthracosuchus balrogus 'bangkit' dari lokasi pertambangan setelah 60 tahun terjebak di batuan di wilayah tropis Amerika Selatan," kata Jonathan Bloch dari Florida Museum of Natural History yang terlibat riset.

A balrogus memiliki moncong yang pendek dan rahang yang besar dan berotot, karakteristik umum dari dyrosauridae, famili hewan-hewan menyerupai buaya yang hidup pada masa Cretaceous Akhir dan Eocene.

Alex Hastings, peneliti pasca-doktoral dari Martin Luther Universitat Halle-Wittenberg, menuturkan, temuan ini menunjukkan bahwa buaya masa kini bukanlah fosil hidup dari buaya 250 juta tahun lalu. Buaya mengalami perubahan, tak seperti yang diduga banyak orang.

"Jelas bahwa empat spesimen fosil (milik A balrogus yang baru saja ditemukan) tidak menyerupai spesies dyrosauridae yang ditemukan sebelumnya," katanya seperti dikutip IBTimes, Selasa (3/6/2014).

A balrogus adalah spesies buaya purba ketiga yang ditemukan di wilayah Cerrejon. Spesies-spesies golongan buaya purba ini berasal dari Afrika, tetapi kemudian bermigrasi ke Amerika Selatan 75 juta tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Makhluk golongan ini menawarkan petunjuk tentang bagaimana hewan bertahan dari ancaman kepunahan," kata Hastings. Sebabnya, buaya purba tetap bertahan saat banyak dinosaurus punah 65 juta tahun lalu, ketika dipercaya sebuah meteor menumbuk Bumi.

Fosil buaya purba ini ditemukan pada lapisan yang sama tempat ilmuwan menemukan Titanoboa, ular yang besarnya menyangi bus antar-kota. Diduga, buaya purba merupakan mangsa dari ular superganas itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

5 Piramida Terbesar di Dunia, Ternyata Nomor 1 Bukan Di Mesir

Oh Begitu
5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

5 Hal yang Harus Dilakukan untuk Menghindari Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar

Kita
Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Gunung Wycheproof, Gunung Terkecil di Dunia yang Berpenghuni

Oh Begitu
Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Siswi SMA Jadi Korban Video Asusila Revenge Porn, Ini Saran Psikolog

Kita
Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Virus Corona Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia dan Singapura

Oh Begitu
Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Benarkah Obat Sotrovimab Efektif Lawan Omicron? Ini Kata Pakar UGM

Oh Begitu
Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Kasus Laura Anna Lumpuh karena Dislokasi Tulang Leher Setelah Kecelakaan, Kondisi Apa Itu?

Fenomena
4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

4 Makanan Pahit Namun Kaya Manfaat untuk Kesehatan

Oh Begitu
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Hantam Indonesia hingga 9 Desember

Fenomena
Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Video Viral Siswi SMA Mencoba Bunuh Diri karena Video Asusila Tersebar, Apa Dampaknya bagi Korban?

Kita
Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Apa Itu Sotrovimab, Obat Antibodi yang Disebut Mampu Lawan Omicron?

Oh Begitu
Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Inggris Setujui Obat Covid-19 Sotrovimab, Tampaknya Bisa Lawan Omicron

Oh Begitu
Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Cara Unik Semut Bagikan Informasi pada Kawanannya, Muntahkan Cairan ke Mulut Satu Sama Lain

Oh Begitu
Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Imunisasi Kejar, Susulan Imunisasi Dasar yang Tertunda untuk Anak

Oh Begitu
Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.