Kompas.com - 28/05/2014, 19:32 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Peneliti masih menemukan artefak-artefak prasejarah di kedalaman hingga 4,8 meter pada ekskavasi ketujuh di Situs Goa Harimau, Desa Padang Bindu, Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Penemuan itu menunjukkan, Goa Harimau pernah dihuni Homo sapiens selama lebih dari 14.825 tahun lalu.

Pada ekskavasi keenam Situs Goa Harimau pada 2013, Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional berhasil mengidentifikasi lapisan tanah berusia 14.825 tahun pada kedalaman 2 meter. Begitu digali lagi hingga 4,8 meter pada Mei 2014, masih didapati serpihan batu obsidian, alat pipisan, dan alat tumbuk.

”Aktivitas penguburan Homo sapiens di goa ini sampai pada kedalaman 1,2 meter. Di bawahnya, kami menemukan tulang belulang hewan, seperti ikan, monyet, babi, rusa, landak, badak, kerang, gading gajah, hingga kerbau. Di bagian paling bawah, terdapat artefak berupa serpihan batu obsidian, alat pipisan, dan alat tumbuk,” kata Koordinator Lapangan Ekskavasi Goa Harimau M Ruly Fauzi dari Center of Prehistory and Austronesian Studies, Selasa (27/5/2014), di Padang Bindu, Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumsel.

Olah hewan buruan

Menurut Ruly, yang mengindikasikan artefak-artefak itu buatan Homo sapiens ialah sebagian serpihan memiliki sisi tajam yang berfungsi sebagai alat pemotong. Selain itu, terdapat pula tulang fauna yang diduga dikonsumsi menggunakan alat-alat tersebut.

”Kami juga menemukan kerang-kerangan yang pecah, dibakar, dan dipotong. Jejak-jejak pecahnya masih segar sehingga diduga kuat hewan-hewan itu dikonsumsi manusia,” kata dia.

Ahli arkeologi fauna dari Center for Prehistory and Austronesian Studies, Mirza Ansyori, menemukan jejak pengolahan hewan buruan oleh Homo sapiens di Goa Harimau. Berdasarkan bentuk tulang, beberapa fauna, seperti landak dan ikan air tawar, tampak diolah menggunakan alat pemotong batu.

”Dugaan kami, hewan-hewan besar, seperti monyet, babi, rusa, landak, dan kerbau, juga mereka konsumsi. Bahkan, kami menemukan gigi dan tulang kaki badak, beruang, dan kucing besar di Goa Harimau,” ujar Mirza.

Keberadaan jejak tulang ikan air tawar tak mengherankan karena Goa Harimau berada sekitar 30 meter di atas sungai Air Kaman Basa dan hanya berjarak 1,5 kilometer dari Sungai Ogan. Jenis kerang-kerangan laut ditemukan pula di sekitar kerangka yang dimanfaatkan sebagai bekal kubur.

Pengarah Ekskavasi Goa Harimau dari Pusat Arkeologi Nasional Prof Harry Truman Simanjuntak mengatakan, ekskavasi vertikal terus dilakukan hingga penggalian mencapai bagian dasar goa. ”Sebagian besar hasil ekskavasi kami angkat dan pindahkan ke Museum Si Pahit Lidah di Padang Bindu. Kami menyisakan lima kerangka yang tidak tersentuh bahan-bahan kimiawi untuk penelitian lanjutan,” kata Truman.

Untuk memastikan alur genetika Homo sapiens di Goa Harimau, Pusat Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Peneliti telah mengambil sampel gigi dan tulang Homo sapiens di Goa Harimau. (ABK/KOMPAS CETAK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Dikira Benda Suci, Ukiran Burung Hantu dari Zaman Tembaga Ini Ternyata Mainan Anak

Oh Begitu
Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Pengertian Moonbow dan Proses Terbentuknya

Fenomena
Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.