Kompas.com - 26/05/2014, 19:53 WIB
Segitiga Bermuda Antariksa NASASegitiga Bermuda Antariksa
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com -- Ada sebuah wilayah di atas Brasil yang disebut "Segitiga Bermuda Antariksa". Tak seperti Segitiga Bermuda di Bumi yang cuma mitos, wilayah itu benar-benar ada dan diakui oleh para ilmuwan.

Memantau wilayah tersebut, komputer di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selalu mengalami crash, teleskop dan satelit mengalami malafungsi, serta astronot selalu melihat kilatan cahaya bila ISS melintas tepat di atasnya. Ada apa gerangan di wilayah itu?

Segitiga Bermuda Antariksa merupakan produk dari adanya Van Allen Radiation Belt, cincin partikel energetik yang mengelilingi Bumi dan bertahan karena adanya medan magnet Bumi. Van Allen Radiation Belt berada di ketinggian antara 1.000 hingga 6.000 km.

Segitiga Bermuda Antariksa eksis karena medan magnet Bumi tidak seragam. Ada wilayah-wilayah tertentu yang memiliki medan magnet rendah. Di wilayah itulah Segitiga Bermuda Antariksa ada. Di sana, radiasi Matahari mampu menembus Bumi lebih dekat.

Baru-baru ini, ilmuwan asal Italia berhasil melakukan penghitungan untuk menentukan lokasi Segitiga Bermuda Antariksa. Mereka menganalisis data rekaman satelit BeppoSAX yang secara rutin melewati bagian atas tersebut.

Ilmuwan menemukan, bagian bawah dari Segitiga Bermuda Antariksa memiliki radiasi lebih rendah. Selain itu, area Segitiga Bermuda Antariksa ternyata bisa berpindah. Setiap tahun, area bergeser 34 km ke arah Afrika. Tahun 2114, area ini diperkirakan ada di Namibia.

Hasil penelitian itu memberi gambaran tentang apa yang terjadi di medan magnet Bumi. Dengan memiliki pemahaman mendalam, ilmuwan dan astronot bisa mengelola perangkat sensitif yang ada di ISS.

Segitiga Bermuda Antariksa bukan sesuatu yang harus ditakuti. Tidak ada bencana yang bisa muncul akibat fenomena ini. Radiasi Matahari hingga ketinggian 200 km di atas permukaan Bumi punya rentang yang hampir sama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mnn.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.