76 Tulang Manusia Goa Harimau Akan Dianalisis secara Genetik

Kompas.com - 19/05/2014, 19:59 WIB
Tim arkeolog tengah meneliti Gua Harimau di Desa Padangbindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (29/5/2013). TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYATim arkeolog tengah meneliti Gua Harimau di Desa Padangbindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (29/5/2013).
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Ekskavasi tim Pusat Arkeologi Nasional sejak tahun 2009 telah menemukan total 76 tulang Homo sapiens yang hidup di Goa Harimau dan sekitarnya. Bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, tim arkeolog kini akan melakukan analisis DNA dari tulang itu.

"Kita ingin mengetahui hubungan antara manusia di goa ini dengan manusia sekarang dan manusia-manusia lain di seluruh Nusantara," kata Harry Truman Simanjuntak, arkeolog Pusat Arkeologi Nasional.

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Herawati Sudoyo saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/5/2014), mengatakan bahwa analisis genetik akan dimulai segera setelah sampel DNA diambil.

"Sabtu ini saya akan berangkat. Di lokasi, kita akan pilah mana bagian yang bisa digunakan. Sampel DNA akan kita ambil dari tulang gigi, kalau ada, atau kalau tidak dari bagian tulang padat," kata Herawati.

DNA yang nantinya diambil akan diisolasi terlebih dahulu sebelum diperbanyak dengan bantuan enzim. Selanjutnya, DNA akan diurutkan dan dibandingkan dengan pusat data DNA manusia Indonesia yang telah dimiliki Eijkman.

"Saat ini kita sudah memiliki database dari berbagai wilayah Nusantara, mulai dari Gayo untuk wilayah yang paling barat sampai sejumlah wilayah Indonesia timur," ungkap Herawati.

Herawati mengatakan, paduan data genetik dan analisis karbon akan mampu mengungkap identitas manusia Goa Harimau, asal usulnya dan kekerabatannya dengan manusia sekitar situs itu saat ini.

Herawati mengatakan, bila usia kerangka antara 1.500 - 3.500 tahun, maka kerangka itu adalah milik manusia yang bermigrasi ke Nusantara dari wilayah Taiwan purba. Bila usianya hingga 20.000 tahun, kerangka itu mungkin milik manusia pertama yang bermigrasi ke Nusantara dari Afrika.

Harry mengungkapkan, sejauh ini, analisis karbon mengungkap bahwa usia 76 kerangka yang ditemukan sekitar 3.500 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.