Bagi Katak Kumbara, Bercinta Benar-benar Sama dengan Bersenam

Kompas.com - 18/05/2014, 19:25 WIB
Katak kumbara (Nyctibatrachus kumbara) dalam ritual kawinnya. Kotambylu Vasudeva GururajaKatak kumbara (Nyctibatrachus kumbara) dalam ritual kawinnya.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ditemukan di hutan Western Ghats, India, katak kumbara mungkin menjadi katak  yang punya ritual kawin paling unik. Bercinta bagi katak tersebut benar-benar sama dengan bersenam.

Kotambylu Vasuveda Gururaja, peneliti amfibi di Indian Institute of Science di Bangalore, menguraikan keunikan ritual kawin katak yang memiliki nama ilmiah Nyctibatrachus kumbara tersebut.

Ketika jantan dan betina bertemu, keduanya berdiri dengan kaki belakangnya dan menyentuh tanah lumpur di bawahnya dengan kaki depan untuk mengetahui apakah lokasi tersebut potensial sebagai tempat meletakkan telur.

Selama perkawinan berlangsung, betina tampil dengan posisi handstand. Ya, handstand seperti yang biasa manusia lakukan ketika bersenam. Katak itu menggunakan kaki depan sebagai tumpuan sementara kaki belakang diangkat.

Betina tampil dengan posisi handstand dalam durasi yang cukup lama sambil meletakkan telur. Bahkan, saat jantan telah membuahi sel telur dan pergi, betina pun tetap diam dalam posisi itu selama kurang lebih 20 menit.

Gururaja seperti dikutip National Geographic, Jumat (16/5/2014), mengatakan, betina mungkin tampil dalam posisi handstand untuk mengukur kapasitas pejantan. Pejantan yang terlalu kecil mungkin takkan mampu membuahi telur yang diletakkan di lumpur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain ritual handstand yang bagai bersenam, katak Kumbara juga punya perilaku membungkus telur yang telah dibuahi dengan lumpur. bagi para ilmuwan, ini merupakan perilaku parental care pada katak yang baru pertama kali dijumpai.

"Katak itu mengambil lumpur dengan kaki depan, berdiri dengan kaki belakangnya, dan mulai menaruh lumpur pada telur. Cara mereka menggunakan jari-jari kaki depan sama dengan cara kita memakai tangan," urai Gururaja.

Karena perilaku itu, katak ini dinamai kumbara, berarti pembuat gerabah. Upaya membungkus telur dengan lumpur bisa berlangsung selama 25 menit dengan 25 - 40 kali bolak balik dari area dengan arus sungai ke pinggiran.

Katak kumbara meletakkan telur mereka di lokasi aman, misalnya pada ranting pohon di atas sebuah arus atau daerah lembab. Tujuan perilaku ini antara lain menyelamatkan telur dari kepiting dan hewan air lain yang bisa memangsanya.

Katak kumbara merupakan salah satu dari puluhan jenis katak spesies baru yang ditemukan di Western Ghats. Gururaja mengamati katak ini sejak tahun 2006. Ia menerbitkan deskripsi katak itu sebagai spesies bari di jurnal Zootaxa, Jumat kemarin.




Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.