Kompas.com - 16/04/2014, 21:27 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com
- Macan raksasa diyakini pernah hidup pada masa 1,8-0,9 juta tahun yang lalu. Temuan tulang paha jenis karnivora ini di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah, menggeser keyakinan selama ini mengenai macan yang mulai hidup pada masa 0,7-0,3 juta tahun yang lalu.

”Penemuannya sudah lebih dari dua tahun lalu pada 2011, tetapi kami belum pernah mempublikasikannya. Saat ini tulang yang kekar itu juga masih berada di konservasi dan belum dipajang untuk dilihat masyarakat,” ujar Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harry Widianto di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Penemuan ini dahsyat karena selama ini orang mengira tidak pernah ada macan pada masa Homo erectus archaic (usia tertua). Tim dari situs Sangiran menemukannya di lempung hitam formasi Pucangan (Sangiran rawa). ”Ini adalah penemuan pertama. Otentik sekali. Ini adalah macan yang usianya sangat tua. Kami sudah cek dan konfirmasi kepada palaeontolog-palaeontolog dunia, dan mereka membenarkan,” kata Harry.

Pada masa archaic itu, semula diyakini hanya terdapat beberapa jenis hewan, sangat sedikit, ketika manusia mulai mengenal peralatan dari batu. Hewan yang hidup pada masa itu antara lain Mastodon sp (gajah purba tertua, 1,5 juta tahun) dan Stegodon sp (gajah, 0,8 juta tahun). Pada masa itu, rawa-rawa lebih dominan daripada tanah.

Setelah manusia berevolusi hingga masa keemasan pada 0,7-0,3 juta tahun yang lalu, muncullah banyak sekali hewan, antara lain Elephas namadicus (gajah, 0,4 juta tahun), Hippopotamus sp (kuda nil, 0,7 juta tahun), Cervidae (kijang, rusa), Bovidae (sapi, kerbau, banteng), Rhinoceros sp (badak), dan Suidae (babi). Pada masa ini Sangiran sudah menjadi hutan terbuka akibat endapan materi-materi kerikil, pasir, dan gamping yang menurupi seluruh rawa hingga mengeras.

”Menemukan paha saja rasanya luar biasa senangnya karena susah sekali bisa menemukan lagi. Tulang belulang sudah tercerai-berai, terkena erosi, dan lain-lain. Namun, kami terus berharap ada data baru sehingga ada kemajuan teori. Seperti ditemukannya paha macan ini, kan, mengubah teori yang terbangun selama ini,” papar Harry.

Arkeolog Universitas Indonesia, Hasan Jafar, menegaskan soal temuan-temuan baru yang mungkin terjadi. Ia mencontohkan goa-goa kapur yang belum lama ditemukan di Jawa Barat. ”Masih mungkin ditemukan fosil lain yang bisa sangat mencengangkan. Soal pertanggalannya, kan, ada metodenya, seperti juga dipakai dalam geologi,” terang Hasan.

Hasan menambahkan, kondisi dan kehidupan masa prasejarah bisa direkonstruksi dengan detail itu salah satunya dari temuan-temuan fosil. (IVV/KOMPAS CETAK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.