Cara Cerdas Tubuh Lawan Polusi

Kompas.com - 12/04/2014, 08:53 WIB
Seorang anak bersepeda dengan menggunakan masker di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk. TRIBUN PEKANBARU/Doddy VladimirSeorang anak bersepeda dengan menggunakan masker di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk.
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com --
Paparan polusi sering kali tidak dapat dihindari. Kendati begitu, ternyata tubuh memiliki mekanisme sendiri dalam menangkal polusi sehingga dalam paparan yang normal, tubuh hanya mendapatkan dampak minimal.
 
Dokter spesialis paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Agus Dwi Susanto menjelaskan, tubuh memiliki mekanisme pembuangan karbon monoksida dalam satu waktu, yaitu pada pagi hari setelah bangun tidur. Karbon monoksida diketahui sebagai gas yang paling banyak terdapat pada polusi udara, khususnya dari gas buang kendaraan.
 
"Pengeluaran gas karbon monoksida akan setara dengan yang masuk ke dalam tubuh dari paparan polusi dengan kadar normal," kata dokter Agus saat ditemui dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Kadar polusi yang normal diartikan seperti berada di jalanan dan mengendarai kendaraan. Namun, jika paparan lebih dari itu, mekanisme tubuh untuk mengeluarkan karbon monoksida pun tidak sebanding dengan jumlah paparan yang masuk.
 
Agus menuturkan, paparan polusi berlebih antara lain disebabkan oleh kebiasaan merokok atau tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi, misalnya dekat pabrik atau jalan raya. Kedua hal itu bisa mengakibatkan total karbon monoksida yang masuk ke dalam tubuh tidak semuanya dapat dikeluarkan.
 
"Sisanya kemudian akan menjadi residu dan jika mengendap selama bertahun-tahun akan memicu penyakit-penyakit seperti kanker paru," jelas dokter yang berpraktik di RS Persahabatan ini.
 
Kendati demikian, paparan karbon monoksida yang masuk ke dalam tubuh bisa diminimalisasi. Caranya yaitu dengan menghentikan kebiasaan merokok maupun menjadi perokok pasif. 
 
Sementara jika tinggal di daerah dengan paparan polusi tinggi, maka sebaiknya memakai masker saat berada di luar rumah, serta makan makanan tinggi antioksidan dan banyak minum air putih.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X