Staf Bappeda Kaltim Buktikan Mangrove di Tambak Kurangi Kadar Logam Berat Udang

Kompas.com - 08/04/2014, 04:47 WIB
Kawasan wisata Sungai Nipah dengan lebatnya hutan mangrove. Gambar diambil pada 20 Desember 2012 KOMPAS.COM/MEI LEANDHAKawasan wisata Sungai Nipah dengan lebatnya hutan mangrove. Gambar diambil pada 20 Desember 2012
|
EditorPalupi Annisa Auliani
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tanaman mangrove terbukti dapat menetralisasi konsentrasi logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd) di udang dari tambak udang dengan tanaman tersebut. Penyaringan dilakukan oleh akar tanaman mangrove.

Bukti peran tanaman mangrove tersebut merupakan hasil penelitian staf Bappeda Kabupaten Kalimantan Timur, Salahuddin. Penelitian ini merupakan bahan disertasi doktoral Salahuddin di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Dia menghadapi ujian terbuka disertasi tersebut, Senin (7/4/2014).

Hasil penelitian Salahuddin menunjukkan, akar pohon api-api (Avicennia marina) dan pohon bakau (Rhizophora mucronata) dapat menyaring logam berat dan pestisida di tambak udang, berdasarkan kandungan logam berat di udang tambak yang diteliti. Penelitian dia lakukan di tambak udang Delta Mahakam di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

"Akar mangrove memiliki kemampuan menyaring logam berat dan pestisida kemudian mengubahnya menjadi zat yang tidak berbahaya yang tidak mengontaminasi air laut," tutur Salahuddin seusai ujian terbuka. Dia membuktikan pula bahwa mangrove di tambak udang telah mengurangi konsentrasi logam berat itu baik di sedimen maupun air kolam tambak.

Dalam penelitian ini Salahuddin membagi tambak udang dalam empat kategori. Keempat kategori itu adalah kolam tanpa mangrove, kolam dengan sedikit mangrove, kolam dengan mangrove dalam jumlah sedang, dan kolam dengan banyak mangrove.

Sedikit mangrove, dalam definisi Salahuddin, adalah berkisar antara 1-200 mangrove per hektar tambak. Adapun ukuran "jumlah sedang" adalah 201-400 mangrove per hektar. Kategori banyak mangrove, dalam kategori tersebut, merujuk pada lebih dari 401 mangrove per hektar tambak.

"Setelah diteliti, tingkat konsentrasi timbal pada udang di kolam tanpa vegetasi Mangrove adalah 1,982 ppm dan konsentrasi kadmium berkisar 0,171 ppm," sebut Salahuddin. Di kolam dengan vegetasi mangrove, didapatkan konsentrasi logam berat pada tubuh udang turun dengan kadar tertinggi timbal menjadi 1,353 ppm dan kadmium 0,137 ppm.

Pola tanam dan posisi akar tanaman mangrove juga menentukan efektivitas penyaringan logam berat tersebut. Salahuddin mendapatkan konsentrasi timbal terendah udang didapatkan pada kelompok kolam yang memiliki mangrove mengelompok di tengah tambak dan seluruh akarnya terendam air.

Fungsi mangrove menyerap logam berat sebelumnya pernah pula muncul dalam jurnal teknologi lingkungan yang diterbitkan BPPT pada September 2006. Tulisan Titin Handayani menyoroti tingginya kandungan logam berat pada mangrove di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara.

Temuan tersebut dinyatakan membuktikan kemampuan tanaman mangrove menyerap logam berat di perairan. Seperti halnya dalam penelitian Salahuddin, Titin menyebutkan bakau dan pohon api-api sebagai jenis mangrove terbanyak yang ditemukan di Muara Angke. Dalam penelitiannya, Titin mengatakan kandungan logam berat ditemukan tak hanya di akar, tetapi juga di batang dan daun tanaman itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X