Melancong Lebih Membahagiakan Ketimbang Belanja

Kompas.com - 03/04/2014, 10:40 WIB
Liburan Bareng ShutterstockLiburan Bareng
|
EditorLusia Kus Anna

 

KOMPAS.com - Memiliki barang baru mungkin terasa membahagiakan, namun menggunakan uang Anda untuk sebuah perjalanan liburan bisa jadi memberikan kebahagiaan yang lebih besar.

Sebuah studi baru asal Amerika yang dipublikasi dalam Journal of Positive Psychology menunjukkan, orang akan lebih bahagia dengan mendapat lebih banyak "pengalaman hidup" daripada barang-barang, seperti mobil.

Para peneliti mewawancarai orang sebelum dan sesudah mereka menggunakan uang mereka. Mereka menemukan, orang yang menggunakan uang mereka untuk perjalanan akhir pekan merasa lebih bahagia daripada orang yang menggunakannya untuk membeli barang.

Selama ini barang-barang dianggap sebagai tolak ukur kebahagiaan, padahal pengalaman-lah yang membuat orang lebih bahagia.

"Orang sebenarnya tahu dan dapat memprediksi secara akurat bahwa pengalaman hidup membuat mereka lebih bahagia," ujar Ryan Howell, profesor psikologi di San Francisco University.

Namun, lanjutnya, orang seringkali menyepelekan nilai dari pengalaman hidup karena tidak terlihat secara kasat mata. Meskipun mereka mengatakan, mereka bahagia karena pengalaman mereka, namun mereka masih melihat barang-barang sebagai hal dengan nilai yang lebih baik.

Menurut dia, salah satu alasan untuk hal ini adalah pengalaman hanya memberikan kenangan, tidak dapat diketahui secara jelas nilainya. Berbeda dengan barang-barang yang memberikan nilai yang jelas.

"Secara alami, orang akan menghubungkan nilai ekonomi dengan barang. Misalnya saya membeli mobil yang bernilai 8.000 Dollar AS. Sementara itu, akan lebih sulit untuk memberikan penilaian ekonomi pada kenangan," jelas Howell.

Ia mengatakan, kebahagiaan bukan hanya emosi positif sesaat yang dirasakan di satu waktu, melainkan dalam jangka waktu panjang. Dan orang akan mendapat banyak keuntungan dari kebahagiaan.

"Perusahaan ingin karyawannya lebih bahagia karena mereka bisa lebih produktif. Dokter ingin pasien lebih bahagia karena mereka bisa lebih sehat. Maka kita harus mengungkap bagaimana orang dapat memaksimalkan kebahagiaannya karena mereka bisa dapat banyak keuntungan dari rasa itu," katanya.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber HEALTHDAY
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X