Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/03/2014, 10:07 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Ilmuwan asal Inggris sukses menghidupkan kembali lumut di Antartika yang telah "mati" selama 1.500 tahun.

Sebelumnya, ilmuwan memang telah berhasil "menghidupkan" kembali bakteri berumur sama di Antartika. Namun, keberhasilan ini menandai kesuksesan pertama "menghidupkan" tumbuhan.

Ilmuwan senang sekaligus terkejut dengan keberhasilan ini. Mereka memublikasikan kesuksesan studinya di jurnal Current Biology.

Tumpukan lumut tua menjadi keindahan wilayah Antartika, terbentuk sejak ribuan tahun lampau. Lumut itu bersemi saat musim panas.

Tumpukan lumut tertua berusia sekitar 5.000 tahun. Bagi ilmuwan, lumut itu berguna karena mampu menguak tabir misteri iklim di masa lampau.

Sebelumnya, ilmuwan pernah mencoba "menghidupkan" kembali lumut yang beku. Namun, mereka saat itu baru berhasil mengaktifkan lumut yang terjebak di es selama 20 tahun.

Kini, ilmuwan British Antartics Survey telah berhasil mengambil sampel lumut dari lapisan permafrost dan "menghidupkan" lagi.

Mereka menaruh sampel tersebut dalam inkubator bersuhu 17 derajat celsius, temperatur dimana lumut bersemi selama musim panas. Setelah 3 minggu, pucuk baru muncul.

"Banyak orang bertanya apakah kita melakukan hal yang rumit untuk menumbuhkannya kembali," kata Peter Convey, salah satu yang terlibat riset.

"Kami pada dasarnya hanya memotong setengahnya dan menaruhnya di dalam inkubator serta melakukan apapun untuk menumbuhkannya," imbuhnya seperti dikutip BBC, Senin (17/3/2014).

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+