Kompas.com - 10/03/2014, 17:11 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com
 — Nasib pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, yang hilang pada Sabtu (8/3/2014) dini hari, hingga kini belum diketahui. Banyak spekulasi beredar tentang nasib pesawat rute Kuala Lumpur—Beijing yang membawa 239 penumpang ini.

Salah satu skenario terburuk yang mungkin terjadi pada penerbangan tersebut adalah pesawat hancur atau meledak di udara. Para penyidik internasional yang terlibat dalam pencarian MH370 kini mendalami kemungkinan tersebut.

Sebenarnya, seberapa besar kemungkinan MH370 hancur di udara? Apa yang memicu ledakan? Apakah bom? Mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Chappy Hakim mengatakan, dengan tak adanya komunikasi radio sebelum hilang kontak, kemungkinan hancur di udara memang ada dan harus diperhitungkan.

"Kalau yang terjadi adalah kerusakan mesin atau masalah lain, pilot tetap punya kesempatan untuk berkomunikasi lewat radio," kata Chappy saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/3/2014) sore ini.

"Tidak adanya komunikasi radio menunjukkan pesawat mengalami sesuatu yang tiba-tiba sehingga sulit diantisipasi. Bisa karena pesawat disabotase, pilotnya dibunuh, atau pesawat meledak di udara," ujar Chappy.

Sejauh ini, Chappy belum berani menyimpulkan kemungkinan terbesar yang terjadi pada MH370. Ia hanya menyebutkan, kemungkinan bahwa pesawat hancur karena meledak di udara memang ada. Ia mendukung penyelidikan ke arah tersebut.

Jika memang meledak, apa penyebabnya? Chappy mengatakan, "Ledakan bisa dipicu oleh banyak hal, tidak selalu bom. Ledakan bisa saja terjadi karena adanya barang bawaan penumpang di bagasi yang sifatnya mudah meledak."

Ledakan, bila terjadi, bisa memiliki dua skenario. Pertama, ledakan skala besar yang menghacurkan pesawat. "Bila ini yang terjadi, puing pesawat akan hancur dan tersebar di wilayah yang luas sehingga sulit dicari," kata Chappy.

Jika ledakan terjadi dalam skala lebih kecil, Chappy mengatakan, "Pesawat akan jatuh." Walau demikian, puing yang hancur akan lebih besar dan tersebar dalam rentang wilayah yang lebih sempit.

Sejauh ini, insiden pesawat meledak di udara tercatat terjadi dua kali. Pada 1985, pesawat Air India meledak di atas Samudra Atlantik. Sementara itu, pada 1988, pesawat Pan Am 103 meledak di atas kota Lockerbie, Swedia. Kedua insiden terjadi saat pesawat melaju di ketinggian 31.000 kaki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Kita
Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Oh Begitu
7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

Oh Begitu
Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Kita
Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.