Kompas.com - 09/03/2014, 21:45 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Pesawat Malaysia Airlines dengan rute Kuala Lumpur-Beijing hilang kontak sejak Sabtu (8/3/2014) pukul 02.41 waktu setempat. Nasib pesawat dan penumpang belum diketahui hingga saat ini. Skenario terburuk, pesawat jatuh ke lautan dan semua penumpang tewas.

Pada banyak pemberitaan, disinggung bahwa hilangnya Malaysia Airlines adalah kejadian yang janggal. Pakar penerbangan dibuat bingung oleh kejadian ini. Nah, apa sebenarnya yang membuat para pakar mengatakan kejadian ini janggal?

Boeing 777-200 salah satu pesawat terbaik

Boeing 777-200 adalah pesawat terbaik yang pernah dibuat dan beroperasi saat ini. Bukan cuma Malaysia Airlines yang menggunakannya, melainkan juga maskapai seperti United dan American Airlines. Garuda Indonesia juga menggunakan keluarga pesawat Boeing 777, yakni Boeing 777-300ER.

Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, mengatakan, Boeing 777-200 terbang pertama tahun 1995. "Selama 13 tahun terbang, tidak ada kecelakaan fatal. Baru dua, Malaysia Airlines yang hilang saat ini dan kecelakaan Asiana Airlines Juli 2013 lalu di San Francisco," katanya.

Malaysia Airlines salah satu maskapai terbaik

Malaysia Airlines juga dikenal sebagai maskapai yang mengutamakan keselamatan. Banyak pesawat, termasuk di Indonesia, dikritisi karena pemeliharaan yang kurang baik dan mengabaikan aspek keselamatan. "Ini saya kira tidak terjadi pada Malaysia Airlines," kata Dudi.

Dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, kecelakaan fatal bisa dihitung jari. Tahun 1977, 100 orang tewas dalam penerbangan MH653 dengan pesawat Boeing 737-200 di Johor. Penyebab kecelakaan adalah pembajakan. Tahun 1995, 34 orang tewas dalam penerbangan MH2133 dengan pesawat Fokker 50. Penyebab kecelakaan adalah kesalahan pada pilot.

Pesawat berada di fase penerbangan paling aman

Fase penerbangan paling kritis adalah saat lepas landas dan pendaratan. Di sini, keahlian pilot memainkan peranan penting. Peristiwa hilang kontak Malaysia Airlines terjadi di ketinggian 35.000 kaki pada fase penerbangan paling aman.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.