Mengenali Gejala Kanker pada Anak

Kompas.com - 17/02/2014, 14:53 WIB
shutterstock
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com —
Berbeda dengan kanker pada dewasa, kanker pada anak relatif tidak bisa dideteksi sejak dini. Akibatnya, orangtua sering kali luput dalam mengenali kanker pada anaknya.
 
Meski begitu, orangtua tetap bisa mengenali gejala kanker pada anak. " Kanker pada anak memang tidak bisa diketahui penyebabnya, dicegah, maupun dideteksi dini. Namun, orangtua tetap bisa mengenali tanda awalnya dan berpeluang sembuh lebih besar, bila diobati pada stadium dini," kata ahli onkologi anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Setiawan Tehuteru, saat ditemui KOMPAS Health pada Senin (17/2/2014).
 
Orangtua bisa mengenali benjolan pada mata, leher, paru, perut, alat kelamin, otak, tangan, dan kaki sebagai tanda awal kanker pada anak. Selain benjolan, ada tanda lain gejala kanker pada anak, berikut penjelasannya:
 
1. Mata
 
Orangtua harus curiga jika mata anak terlihat seperti mata kucing, merah, juling, dan terjadi gangguan penglihatan. Biasanya orangtua akan memberi obat tetes mata bila mata anaknya berwarna kemerahan. Namun, bila dalam 3 hari mata merah tak kunjung sembuh, orangtua harus segera membawanya ke puskesmas, rumah sakit, atau pusat kesehatan lain. Karena bisa saja mata merah tersebut merupakan gejala awal kanker mata.
 
2. Leher
 
Orangtua harus waspada bila menemukan benjolan pada leher anak yang membesar dalam waktu singkat. Berbeda dengan benjol akibat infeksi, benjol karena kanker tak terasa sakit bila disentuh atau panas jika diraba. Benjolan tersebut harus dikonfirmasi sebelum mendapat penanganan dokter. Selain kanker, benjolan pada leher juga bisa disebabkan infeksi pada gigi dan telinga.
 
3. Paru
 
Biasanya anak akan mengalami sesak napas bila di parunya ada benjolan. Namun, benjolan ini bukanlah kanker, karena tidak ada kanker paru pada anak. Kanker pada paru biasanya merupakan sebaran dari jenis kanker lain, misalnya kanker tulang.
 
4. Perut
 
Semua organ dalam perut meliputi hati, ginjal, dan indung telur bisa terkena kanker. Bila ada benjolan biasanya mudah dikenali karena perut anak akan membuncit. Kondisi ini harus segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan dan tidak boleh terlalu sering ditekan. Penekanan terlalu sering pada perut yang membuncit akan mempermudah penyebaran sel kanker.
 
5. Alat kelamin
 
Benjolan akibat kanker pada alat kelamin lebih mudah dikenali pada anak laki-laki. Secara fisik orangtua bisa melihat tanda ini meliputi testis kanan dan kiri yang tidak sama, organ yang terkena kanker menjadi lebih keras, dan tidak ada tanda infeksi. Kanker pada alat kelamin biasanya juga merupakan hasil sebaran yang lain, misalnya kanker darah (leukimia).
 
6. Otak
 
Orangtua memang tidak bisa mengenali atau melihat benjolan pada otak anak. Namun orangtua tetap bisa mewaspadai gejala ini dengan melihat dampak yang timbul. Dampak tersebut meliputi pusing, muntah yang menyemprot, lumpuh, dan gangguan keseimbangan.
 
7. Tangan dan kaki
 
Benjolan pada dua organ penggerak biasanya mudah terlihat. Orangtua harus waspada bila benjolan dibarengi demam atau nyeri.
 
Bila benjolan beserta gejala pengikutnya ditemukan pada anak, maka orangtua harus segera membawanya ke fasilitas kesehatan. "Kanker yang lebih cepat ditemukan maka kesempatan sembuhnya makin besar hingga 80 persen. Kesempatan ini makin kecil bila kanker ditemukan pada stadium lanjut," kata Edi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X