Kompas.com - 12/02/2014, 16:59 WIB
Wajah pada kain kafan Torino dipercaya sebagai wajah Yesus. EPAWajah pada kain kafan Torino dipercaya sebagai wajah Yesus.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Kain kafan dari Torino menjadi perdebatan sejak lama. Kini, sebuah teori baru diajukan.

Kain Kafan dari Torino adalah kain kafan yang memiliki gambaran wajah manusia yang tampak lelah setelah disiksa dengan tangan menyilang.

Lama dipercaya bahwa kain kafan itu merupakan kain yang digunakan untuk membungkus tubuh Yesus setelah disalib. Wajah yang tampak pada kain kafan itu adalah wajah Yesus.

Mantan Paus Benediktus XVI pernah mengungkapkan bahwa gambaran wajah pada kain itu selalu mengingatkan tentang penderitaan Kristus.

Namun, beberapa penelitian yang pernah dilakukan meragukan kepercayaan. Bahkan, kain kafan itu diduga tak berasal dari zaman Yesus disalib.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 1988 oleh ilmuwan dari Universitas Oxford mengungkapkan, kain kafan itu berusia 728 tahun, artinya dari zaman pertengahan.

Riset lain yang dilakukan tahun lalu oleh Universitas Padua di Italia mengungkapkan bahwa kain itu berasal dari masa 300 SM - 400 Masehi.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, sebuah makalah yang dipublikasikan di jurnal Meccanica, Februari 2014, menyatakan bahwa wajah serupa Yesus pada kain kafan Torino itu dihasilkan oleh gempa.

Alberto Carpinteri, profesor Politeknik Torino yang menulis makalah itu, menyatakan, wajah itu dibentuk karena gempa bermagnitud 8,2 yang mengguncang Jerusalem pada tahun 33 Masehi.

Tahun saat gempa terjadi mendekati tahun kematian Kristus yang diperkirakan antara 30-36 Masehi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.