Banjir Jakarta Hari Ini, Pemicunya Hujan Lebat Lokal

Kompas.com - 29/01/2014, 16:47 WIB
Ajir merendam Jalan Kemang Utara IX, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014). Hujan deras yang mengguyur Jakarta semalam mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOAjir merendam Jalan Kemang Utara IX, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014). Hujan deras yang mengguyur Jakarta semalam mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Banjir menggenangi 23 kelurahan di Jakarta. Sejumlah kali meluap, rumah warga tergenang, dan transportasi terganggu.

Apa pemicu banjir kali ini? Apakah seperti yang biasa dikatakan, banjir adalah kiriman dari hulu sungai?

Pakar hidrologi dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, mengatakan "banjir kali ini dipicu oleh hujan lokal."

Menurut Ali, hal tersebut bisa dilihat dari perbandingan intensitas hujan di hulu dan hilir serta status pintu air.

"Curah hujan di hulu tidak besar. Katulampa saja siaga 4. Jadi ini memang hujan lokal," tegas Ali saat dihubungi Kompas.com, Rabu (29/1/2014).

Berdasarkan data Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, curah hujan di Jabodetabek pada Selasa (28/1/2014) memang tinggi.

Wilayah dengan curah hujan tertinggi adalah Kedoya (135 mm), Halim Perdana Kusuma (120,8), Manggarai (117,8), dan Pasar Minggu (108,5).

Sementara itu, hujan di wilayah hulu hanya tergolong berintensitas ringan dan sedang, misalnya di Curug (38 mm) dan Citayam (42mm).

Menurut keterangan di situs BMKG hari ini, pemicu hujan lebat kemarin adalah adanya pumpunan awan di wilayah sebelah barat Sumatera.

Hujan lokal dalam waktu singkat yang langsung menimbulkan banjir ini menunjukkan betapa buruk kondisi sungai, waduk, dan daerah resapan di ibu kota.

Firdaus mengatakan, ruang hijau di Jakarta kini tinggal 9,8 persen sehingga tidak mampu menyerap air secara maksimal. Konsekuensinya, banyak air mengalir di permukaan.

Ketika permukaan (waduk, sungai, dan drainase) diandalkan untuk mengalirkan air, kondisinya pun jauh dari ideal.

Sebagai contoh, lebar Ciliwung kini jauh berkurang. Di beberapa wilayah lebarnya menyempit hingga hanya 7 meter.

Melihat hal itu, kata Firdaus, penanggulangan banjir harus dilakukan dengan memperbaiki drainase dan mengembalikan fungsi sungai dan waduk serta menambah wilayah resapan air.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO Akui Covid-19 Menyebar di Udara, Apa Bedanya dengan Droplet?

WHO Akui Covid-19 Menyebar di Udara, Apa Bedanya dengan Droplet?

Oh Begitu
Indonesia Urutan ke-7 Kesiapsiagaan Layanan Kanker di Asia-Pasifik

Indonesia Urutan ke-7 Kesiapsiagaan Layanan Kanker di Asia-Pasifik

Oh Begitu
WHO Akui Covid-19 Mungkin Menyebar di Udara, Apa yang Nanti Berubah?

WHO Akui Covid-19 Mungkin Menyebar di Udara, Apa yang Nanti Berubah?

Kita
Perlindungan Ekstra dari Virus Corona, Apa itu Gargle dengan PVP-I dan Manfaatnya?

Perlindungan Ekstra dari Virus Corona, Apa itu Gargle dengan PVP-I dan Manfaatnya?

Oh Begitu
Hindari Kegagalan Lagi, NASA Beri 80 Rekomendasi untuk Boeing

Hindari Kegagalan Lagi, NASA Beri 80 Rekomendasi untuk Boeing

Oh Begitu
Di Masa Pandemi Covid-19 Penting Jaga Kebersihan Rongga Mulut, Kenapa?

Di Masa Pandemi Covid-19 Penting Jaga Kebersihan Rongga Mulut, Kenapa?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Material seperti Gel di Bulan, Apa Itu?

Ilmuwan Temukan Material seperti Gel di Bulan, Apa Itu?

Fenomena
Herd Immunity Lawan Covid-19, Kajian Ilmiah Ragukan Keberhasilannya

Herd Immunity Lawan Covid-19, Kajian Ilmiah Ragukan Keberhasilannya

Kita
Studi Terbaru, Kerusakan Otak Disebut Berkaitan dengan Covid-19

Studi Terbaru, Kerusakan Otak Disebut Berkaitan dengan Covid-19

Oh Begitu
Hingga Besok, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Berikut

Hingga Besok, Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia Berikut

Fenomena
Virus Corona Menyebar di Udara, Bisakah Filter AC Melindungi dari Covid-19?

Virus Corona Menyebar di Udara, Bisakah Filter AC Melindungi dari Covid-19?

Oh Begitu
Cara Mudah Menyiapkan Bahan Pangan agar Tetap Segar dan Tahan Lama

Cara Mudah Menyiapkan Bahan Pangan agar Tetap Segar dan Tahan Lama

Oh Begitu
Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Terjebak di Fosil Damar 99 Juta Tahun, Warna Serangga Purba Ini Masih Awet

Fenomena
Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Povidone-Iodine Bunuh SARS-CoV-2, Bagaimana Mekanismenya Cegah Covid-19?

Oh Begitu
Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X