Kompas.com - 27/01/2014, 09:07 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

Daerah pertemuan angin membentuk awan hujan di atas Sulawesi ke timur hingga Maluku dan Papua. Daerah pertemuan angin menimbulkan hujan.

Pola pembangunan

Terkait bencana hidrometeorologis, menurut peneliti pada Pusat Kajian Hukum Lingkungan Indonesia (ICEL), Yustisia Rahman, musim bencana saat ini bisa menjadi momentum mengedepankan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berbasis ekoregion. Konsep pembangunan mengusung semangat berkelanjutan itu tercapai jika setiap daerah administratif saling bekerja sama.

Para pemimpin daerah diharapkan melakukan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup saling terintegrasi. ”Kesatuan perencanaan ini dijadikan pegangan dalam membuat rencana tata ruang kota atau pemberian izin pembangunan di daerah masing-masing,” ujarnya.

Faktanya, pembangunan berjalan sendiri-sendiri dibatasi administrasi. Banjir Jakarta cermin abainya pemimpin daerah atas kekhasan wilayah ekoregion. Pembangunan vila/resor yang tak terkendali di hulu Sungai Ciliwung yang ditandai maraknya alih fungsi hutan membuat kerusakan di hulu dan bencana di hilir. (NAW/ICH)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.