Kompas.com - 16/01/2014, 11:26 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com
- Setelah melakukan penelitian selama dua tahun sejak 2012 di Gunung Penanggungan, Jawa Timur, tim ekspedisi Universitas Surabaya berhasil mengidentifikasi 116 situs purbakala. Tim memperkirakan situs yang ada lebih banyak lagi karena banyak situs yang tertimbun longsor atau tertutup semak belukar sehingga belum ditemukan tim.
 
Ketua tim ekspedisi Universitas Surabaya (Ubaya), Hadi Sidomulyo, Rabu (15/1/2014), mengatakan, Gunung Penanggungan merupakan kawasan purbakala terkaya di Indonesia yang belum tergali. Ini dimungkinkan karena sejak abad ke-10 hingga ke-16, baik pada masa Kerajaan Mataram Kuno maupun Majapahit, Gunung Penanggungan (1.653 meter) merupakan kawasan spiritual.
 
Di Gunung Penanggungan, misalnya, terdapat situs Gapura Jedong yang berasal dari tahun 926 Masehi, pemandian Jolotundo peninggalan abad ke-10, situs Belahan berupa gapura dan pemandian kuno, Candi Kendalisodo, Candi Merak, Candi Yudha, Candi Pandawa, Candi Selokelir, dan sebagainya. Ditemukan pula punden berundak, tempat pertapaan, goa, dan situs-situs lain.
 
Arkeolog yang membidangi bahasa Jawa kuno dari Universitas Negeri Malang, Ismail Luthfi, yang juga anggota tim mengatakan, diperkirakan masih ada 50 lebih situs yang belum dapat diidentifikasi.
 
Anggota tim ekspedisi Penanggungan, Kusworo Rahardyan, mengatakan, situs Penanggungan memiliki keunikan. Selain jumlahnya yang banyak dan tersebar di seluruh kawasan, mulai dari puncak, lereng, hingga kaki gunung, arsitektur bangunannya juga berbeda dengan candi yang ada di tempat lain. ”Hampir semua bangunan candi di Penanggungan menempel di lereng dan tebing. Bahkan, beberapa candi sulit dijangkau karena berada di tebing terjal,” ucapnya.
 
Untuk penyelamatan situs purbakala di Gunung Penanggungan, tim ekspedisi Ubaya mengusulkan dilakukan inventarisasi ulang, pencantuman nomor atau pemberian nama yang jelas bagi situs. (NIK/KOMPAS CETAK)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.